batampos.co.id – FA, seorang pedagang, disidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam karena membeli ponsel curian.

Ia kemudian dituntut satu tahun dan enam bulan penjara. Tuntutan hukuman terhadap Feri dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega Tri Astuti dalam sidang yang berlangsung virtual, kemarin.

Dalam surat tuntutan dijelaskan bahwa perbuatan FA terbukti setelah menyimpulkan fakta-fakta persidangan.

Mulai dari keterangan saksi hingga terdakwa. Dimana, perbuataan FA berawal saat Ru menawarkan menjual tiga ponsel kepadanya pada Mei lalu.

Ru beralasan butuh uang cepat sehingga menjual keseluruhan
ponsel itu seharga Rp 2,6 juta. Tertarik harga murah, FA pun membelinya.

Terdakwa mengaku tidak tahu bahwa ponsel itu adalah barang curian.

”Terdakwa menjual ponsel melalui forum jual beli yang ada di Facebook. Saat itu, salah satu korban melihat ponsel miliknya,” ujar Mega.

Karena unsur perbuataan atas pasal penadahan yakni 480 telah terbukti, maka sudah seharusnya terdakwa dihukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Hal yang meringankan, perbuataan terdakwa tidak mengetahui itu barang curian dan menyesali.

”Menuntut terdakwa dengan satu tahun dan 6 bulan dikurangi selama terdakwa ditahan,” tegas Mega.

Mendengar tuntutan itu, Feri langsung meminta keringanan kepada majelis hakim.

Ia menyesali perbuataannya dan berjanji tak akan mengulangi.

”Saya juga tulang punggung keluarga, ada anak istri yang harus saya beri nafkah,” ujar FA memohon keringanan kepada majelis hakim.

Usai mendengar pembelaan terdakwa, sidang ditunda hingga minggu depan dengan agenda putusan.

Sementara itu, Rudi yang didakwa dengan pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dituntut 2 tahun
penjara.