batampos.co.id – Saat ini, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus menurun. Bahkan angka positivity rate tercatat di bawah 5 persen, melampaui standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Mengapa kasus bisa tiba-tiba turun? Apakah benar karena cakupan vaksinasi yang terus digenjot?

Ahli Spesialis Penyakit Dalam dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam menengarai hal ini terjadi karena kemungkinan adanya kekebalan kawanan (herd immunity) secara alami. Artinya, bisa jadi pada suatu wilayah yang kasusnya turun, memang sudah banyak yang terinfeksi Covid-19.

“Bahkan pada tempat dengan persentase jumlah yang divaksin pertama masih rendah kurang dari 20 persen, jumlah kasus baru juga rendah,” katanya kepada JawaPos.com, Minggu (12/9).

Menurutnya, ada dua hal untuk menjelaskan kondisi itu. Pertama memang sebagian daerah sudah berhasil dengan capaian imunisasi di atas 70 persen. Kedua, sudah terjadi banyak infeksi di daerah tersebut, atau di daerah tersebut orang yang terinfeksi sudah lebih pada 70 persen orang.

“Untuk mengetahui perlu dilakukan pemeriksaan serologi bagi masyarakat yang belum divaksin utk mengetahui apakah pernah terinfeksi atau tidak,” katanya.

Apapun alasannya, Ari memberikan saran untuk menjaga agar kondisi saat ini terus membaik, berbagai pembatasan tetap harus dilakukan, prokes 5 M tetap harus dijalankan. Apalagi saat ini merebak varian baru Mu (berasal dari Kolombia) di 50 negara termasuk Tiongkok Korea Selatan dan Jepang. “Bisa saja varian ini masuk ke Indonesia,” katanya. (jpg)