batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Muhammad Dali mengatakan, seluruh SMA/SMK sederajat di Provinsi Kepri siap untuk menggelar belajar tatap muka. Menurut Dali, kebijakan ini masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

“Seluruh SMA/SMK/sederajat di kabupaten/kota siap menyelenggarakan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka mulai Oktober 2021 mendatang,” ujar Muhammad Dali menjawab pertanyaan media, Sabtu (11/9) lalu di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Bidang (Kabid) SMK Disdik Provinsi Kepri tersebut menegaskan, pihaknya sudah siapkan jauh-jauh hari rencana belajar tatap muka ini. Karena sesuai instruksi pusat, kebijakan belajar tatap muka di daerah diserahkan ke pimpinan. Pihaknya sebagai leading sektor pendidikan SMA/SMK di Provinsi Kepri sudah menyampaikan hal ini kepada Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

“Makanya kita sedang menunggu arahan dari gubernur saja. Karena kami juga sudah menyiapkan sejumlah metode penerapan pemberlakuan belajar tatap muka sesuai dengan protokol kesehatan di sekolah,” jelasnya.

Masih kata Dali, mulai dari kehadiran siswa yang hanya 50 persen secara tatap muka, sementara 50 persen lagi melalui daring. Atau, dengan sistem pergantian jam masuk siswa dengan menerapkan 20 persen yang masuk secara bergantian. Namun, tetap dengan menerapkan protokol kesehatan, dengan menjaga jarak dan memakai masker.

Selain itu, saat ini pihaknya masih melihat kondisi pengendalian Covid-19 di seluruh daerah. Menurutnya, meskipun saat ini grafik Covid-19 cenderung melandai, namun tiga kabupaten/kota masih berstatus zona oranye. Disebutkannya, proses belajar tatap muka di Provinsi Kepri terhenti sudah lebih dari 1,5 tahun.

“Kita juga menunggu sampai seluruh daerah paling tidak zona kuning. Jika sampai Oktober masih ada yang oranye maka kecil kemungkinan akan tatap muka,” tutup Dali.

Sementara itu, Legislator Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Teddy Jun Askara mengatakan, terkait rencana pembelanjaran tatap muka pada Oktober mendatang, pihaknya belum mendapatkan penjelasan dari Pemprov Kepri melalui Disdik Provinsi Kepri.(*/jpg)