batampos.co.id – Belasan ekspatriat menanam pohon mangrove di Ekowisata Pandang Tak Jemu, Nongsa, Kota Batam, Sabtu (11/9/2021).

Kegiatan penanaman mangrove di desa wisata ini disambut antusias para ekspatriat.

Sebagian besar mereka datang ke lokasi dengan membawa serta keluarganya.

“Ini baru pertama kali saya ikut kegiatan seperti ini di Batam. Saya rasa perlu untuk diadakan lebih sering,” tutur Perry, salah seorang peserta penanaman pohon.

Ia mengatakan, banyak ekspatriat yang mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Para ekspatriat bersama Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina (pakai jilbab) menanam pohon mangrove di Ekowisata Pandang Tak Jemu, Nongsa, Kota Batam, Sabtu (11/9/2021). Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Menurutnya, masyarakat luar negeri lebih sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Berdasarkan pengamatannya di Batam, kesadaran untuk menjadi kelestarian lingkungan masih kurang.

“Keberadaan mangrove ini juga kan penting. Kalau mangrove habis, untuk negara seperti Indonesia ini juga susah. Kalau tidak bantu, lingkungan bisa jadi habis,” katanya.

“Orang di luar negeri lebih sadar akan itu. Saya lihat, di pulau sekitar sini banyak yang belum sadar mangrove itu penting sekali. Maka perlu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” ujar pria berusia 56 tahun ini.

Acara bertajuk Mangrove Planting “One Man One Tree” ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Marlin Agustina.

“Pengembangan wisata yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan menjadi tren positif saat ini. Karena perlu dukungan semua pihak untuk membantu pemerintah dalam upaya menjaga lingkungan dari kerusakan,” tutur Marlin.

Pada kesempatan itu, Marlin memaparkan tentang kebijakan-kebijakan yang ada di Pemerintah Provinsi Kepri terkait ekosistem mangrove.

Ia akui banyak mangrove di Kepulauan Riau yang belum terkelola dengan baik. Karena itu lanjutnya, perlu untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat agar dapat mengambil manfaat ekonomi tanpa merusak ekosistem mangrove yang ada.

“Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip ini yang sudah masuk 100 besar desa wisata Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Ini membuka mata kita, untuk menjaga dan mengelola desa agar bisa dikembangkan menjadi desa wisata seperti ini,” tuturnya.

Marlin juga meminta para pelaku wisata untuk bersabar dengan kondisi yang ada. Ia meminta pelaku wisata untuk yakin pada usaha pemerintah yang sedang berupaya membuka kembali wisata di Kota Batam dan Kepulauan Riau umumnya.(*/esa)