batampos.co.id – Seleksi Kompetensi Tahap I Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) 2021 dimulai hari ini sampai 17 September mendatang. Tentunya hal ini perlu dipersiapkan dengan baik oleh para peserta menjelang ujian.

Psikolog dari Lembaga Cahaya Hati, Nurina menyampaikan, secara psikologis persiapan dibutuhkan para peserta untuk mengatur afeksi atau perasaan. Ini akan mendorong peserta untuk mempersiapkan diri lebih baik ketika ujian.

Dari pandangan psikologi, manusia memiliki tiga komponen di dalam diri. Pertama, komponen kognitif atau komponen berfikir. Kedua, komponen afektif atau kemampuan mengelola perasaan. Ketiga, kemampuan konatif atau kecenderungan diri untuk berprilaku.

Jika hal tersebut ditata dan dikelola dengan baik, maka artinya kesuksesan sudah dalam genggaman individu yang bersangkutan. Persiapan secara kognitif, yang diandalkan adalah kemampuan berpikir kita yang diiringi dengan ketenangan batin dan disertai rasa optimis.

“Secara emosi, ada baiknya cari ruang untuk mengkomunikasikan perasaan tidak nyaman, sehingga ketika menjalani ujian tidak terbebani oleh masalah psikis lainnya. Kemudian, secara konatif atau kecenderungan berperilaku, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan yaitu pembiasaan perilaku yang positif, yakni teman-teman maupun calon peserta seleksi ASN tahun ini,” jelasnya.

Ia pun memberikan tips khusus kepada peserta menjelang ujian. Pertama, atur jam biologisnya, di antaranya jam tidur, jam bangun tidur, dan jam makan. “Hal tersebut akan memberikan sirkulasi emosi menjadi positif sehingga kemampuan berpikir bisa menjadi lebih cepat dan terang,” ungkapnya.

“Selain itu, penting untuk menghindari konflik agar calon peserta seleksi ASN PPPK ketika pelaksanaan berada pada keadaan tenang dan rileks, serta harus memiliki estimasi waktu,” sambung dia.

Terkait dengan persiapan, saat ini Kemendikbudristek telah mengatur penempatan tempat seleksi uji kompetensi yang totalnya mencapai 1.124 lokasi, tersebar di 500 tempat di kabupaten kota. Lebih lanjut, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Sesditjen GTK) Nunuk Suryani menerangkan beberapa informasi teknis penyelenggaraan seleksi calon guru ASN P3K.

“Pertama, peserta calon guru ASN dapat mengecek akun SSCASN untuk memastikan bahwa telah mengikuti seleksi tahap satu. Tahap 1 itu diperuntukan untuk afirmasi seluruh guru Non ASN yang mengajar di sekolah negeri, tahap 2 diperuntukkan untuk calon guru yang tidak lulus di tahap 1; Tahap 3 diperuntukkan untuk calon guru yang tidak lulus di tahap ujian 2,” pungkasnya.(jpg)