batampos.co.id – Realisasi penyaluran program bantuan subsidi gaji/upah bagi pekerja/buruh (BSU) 2021 hingga 3 September telah mencapai 3.251.563 orang.

Jumlah itu merupakan 37,4 persen dari total target penerima BSU sebanyak 8,7 juta orang.

Penyaluran BSU 2021 sendiri hingga saat ini sudah melewati tahap ketiga.

Humas BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Nagoya, Ade, mengatakan, pihaknya tidak mengetahui berapa jumlah pasti pekerja di Batam yang menerima BSU.

Sebab, penerima BSU itu merupakan hasil dari verifikasi yang dilakukan langsung oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

”Sementara untuk jumlah data calon penerima BSU yang memenuhi kriteria dan persyaratan yang kami ajukan itu sebanyak 110.946 pekerja di Batam,” ujarnya.

Data 110.946 pekerja yang diajukan itu, diserahkan BPJS
Ketenagakerjaan Batam Nagoya ke BPJS Ketenagakerjaan Pusat dan kemudian diserahkan ke Kemnaker untuk dilakukan verifikasi.

Adapun, syarat pekerja penerima BSU tahun ini adalah memiliki gaji maksimal Rp 3,5 juta per bulan.

Namun, ada pengecualian bagi beberapa daerah yang bisa mendapatkan BSU meski bergaji di atas Rp 3,5 juta per bulan.

Pekerja yang bergaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan
BSU jika daerahnya memiliki Upah Minimum Provinsi (UMP) di atas persyaratan tersebut.

Misalnya, suatu daerah memiliki UMP Rp 4,5 juta, maka pekerjanya tetap bisa mendapatkan BSU.

Namun, dengan syarat bahwa gaji buruh atau pekerja tersebut tidak melebihi atau di atas UMP-nya.

Misalnya, UMP sebesar Rp4.798.312 maka dibulatkan menjadi Rp 4.800.000 per bulan.

Syarat lainnya untuk mendapatkan subsidi upah bagi pekerja bergaji di atas Rp 3,5 juta adalah yang bekerja di wilayah PPKM leval 3 dan 4 yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, buruh tersebut bekerja di sektor industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti, real estate, perdagangan, dan jasa.

Tentunya, syarat utama lainnya adalah Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan NIK serta terdaftar sebagai peserta aktif BP Jamsostek hingga Juni 2021.

Selain itu, BSU ini diprioritaskan juga bagi pekerja atau buruh yang belum menerima program kartu prakerja, program keluarga harapan, atau program bantuan produktif usaha mikro.

Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Batam Nagoya, Eko Yuyulianda, mengimbau agar peserta dapat melakukan pengecekan data penerima BSU melalui kanal-kanal yang telah disediakan.

Selain itu, calon penerima BSU juga harus memastikan kembali kelengkapan datanya benar-benar telah valid, dan telah sesuai dengan yang dibutuhkan sebagai syarat calon penerima bantuan dan memiliki nomor rekening aktif di Bank Himbara.

”Diharapkan program BSU ini dapat membantu dan meringankan beban para pekerja yang terdampak pandemi Covid-19, sedangkan bagi calon penerima BSU bisa mengoptimalkan kanal-
kanal yang tersedia untuk mengakses informasi seputar BSU,” ujar Eko.

Sedangkan bagi calon penerima BSU tahap pertama yang belum menerima bantuan BSU, Eko mengimbau bagi peserta untuk melakukan pengecekan ulang data-data peserta yang dilaporkan.

”Bagi calon penerima BSU tahap pertama yang belum menerima bantuan BSU akibat terkendala dalam proses transfer oleh bank, dapat mengecek dan memastikan kembali bahwa nomor rekening yang diberikan telah sesuai dan masih aktif di Bank tersebut,” imbuhnya.(jpg)