batampos.co.id – Sejumlah warga Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan, tidak bersedia menerima bantuan langsung tunai untuk warga yang terdampak pandemi Covid-19 bersumber dari dana desa (BLT-DD) tahun 2021.

”Ada 7 warga (tidak bersedia menerima BLT-DD) karena
merasa sedikit mampu,” kata Kades Teluk Sasah, Suhairry Sembiring usai menerima kunjungan pegawai BPK saat melakukan monitoring anggaran dan penerima BLT-DD tahun 2021, baru-baru ini.

Suhairry mengatakan, tahun ini awalnya jumlah penerima BLT-DD sekira 140 keluarga penerima manfaat (KPM).

Karena ada 7 warga yang tidak bersedia menerima BLT-DD karena merasa mampu, Suhairry, menyebut, penerima BLT-DD tahun ini menjadi sekira 133 KPM.

”133 KPM ini datanya diperoleh dari RT/RW. Kalau jumlah penerima bantuan langsung tunai dana desa tahun lalu lebih banyak dari tahun ini,” kata Suhairry.

Suhairry mengatakan, BLT-DD diberikan selama setahun dengan besaran sekira Rp 300 ribu per KPM per bulan.

Program BLT-DD ini, kata Suhairry, diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, yang menjadi salah satu fokus dari pemerintah.(jpg)