batampos.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 3.830 orang dengan positif Covid-19 masih melakukan mobilitasnya di luar rumah. Hal ini pun mendapat respons dari DPR.

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan meminta pemerintah untuk mencari tahu kenapa orang yang membawa virus korona bisa bebas melakukan aktivitasnya. “Sehingga fakta ini harus ditelusuri, didalami, dan ada kontrol yang lebih terhadap sistem yang saat ini berjalan,” ujar Rahmad kepada wartawan, Selasa (14/9).

“Artinya apa? Artinya harus dicari kenapa itu bisa sampai berkeliaran, kenapa orang yang OTG yang sudah jelas dites PCR positif ternyata berkeliaran,” tambahnya.

Legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menduga alasan mereka dengan Covid-19 masih bebas melakukan aktivitas lantaran aplikasi PeduliLindungi tidak melaporkan ke Puskesmas. Sehingga kelurahan hingga RT terkait tidak menngetahui ada warga yang terkena Covid-19.

“Ada juga kemungkinan sudah melaporkan Puskesmas kemudian sampai pada tingkat kelurahan atau desa tapi tidak disampaikan kepada tingkat RT atau satgas RT,” ungkapnya.

Karena itu, Rahmad meminta masyarakat juga ikut mengawasi jika ada warga di lingkungannya yang terpapar Covid-19. Langkah ini sebagai kontrol untuk mengedalikan Covid-19.

“Artinya apa? Seseorang dinyatakan positif ketika keluar rumah tentu pasti akan mendapatkan suatu peringatan dari warganya. Ini mana yang celah-celah yang bobolnya sampe positif itu. Itu harus dicari dan jangan sampai itu terjadi kembali,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rahmad menduga angka yang diungkap oleh Kemenkes bisa lebih besar lagi. Hal ini karena masih banyak laboratorium belum terintegrasi dengan PeduliLindungi.

“Sedangkan ada beberapa lab yang tidak terintegrasi. Ini jadi potensi dari fakta 3.000 yang sebenarnya bisa kemungkinan lebih dari 3.000,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadiking mengungkapkan sebanyak 3.830 orang dengan Covid-19 masih melakukan mobilitasnya di luar rumah.

Budi menuturkan, mereka terditeksi melakukan aktivitasnya diluar rumah lantaran terekam dalam aplikasi PeduliLindungi. “Kita bisa lihat suprisingly tetap aja ada 3.830 orang yang masuk kategori hitam, hitam itu artinya positif Covid-19 tapi masih jalan-jalan,” ujar Budi.

Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menjelaskan, dari 3.830 orang yang ‘bergentayangan’ tertular Covid-19 tersebut setidaknya 3.000 orang masih berjalan-jalan di mall, kemudian 43 orang masuk bandara, 63 orang berpergian dengan kereta, dan 55 orang berkunjung ke restoran.

“Padahal orang-orang ini adalah orang-orang yang sudah teridentifikasi positif Covid-19 yang harusnya stay di rumah atau isolasi terpusat,” katanya.(jpg)