batampos.co.id – Salah satu pihak ketiga yang berperan besar dalam memfasilitasi pemberian vaksinasi di Kota Batam adalah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri dan Batam. Saat ini, warga Batam yang divaksin melalui Apindo sudah mencapai 200 ribu orang.

Capaian yang besar dan bebas dari kepentingan politik itu sangat membantu warga Batam. Namun sayang, terhitung Oktober mendatang, Apindo tidak akan melanjutkan pelaksanaan vaksinasi massal lagi.

”Apindo sendiri sudah vaksin lebih dari 200 ribu dosis ke warga Batam. Dan saat ini capaian Batam sudah sekitar 79 persen yang dewasa dan 73 persen yang remaja,” kata Ketua Apindo Kepri, Cahya, Selasa (14/9).

Cahya mengatakan, pihaknya hanya akan membantu vaksinasi hingga awal Oktober saja. ”Selanjutnya, sisa-sisa yang dipojok dan di pulau-pulau, kita berharap dinkes kota bisa menjangkau kesana,” paparnya.

Juga masyarakat di kota yang sama sekali belum mendapatkan vaksinasi bisa dilayani oleh Pemko Batam melalui fasilitas kesehatan (faskes) yang dimiliki, mulai dari puskesmas pembantu (pustu), puskesmas, hingga rumah sakit pemerintah lainnya, dengan membuat pengaturan yang lebih baik agar tak menimbulkan kerumunan.

Senada dengan Cahya, Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, juga mengatakan, capaian yang terlaksana sudah cukup membantu Pemko Batam dalam menangani pengendalian Covid-19 lewat vaksinasi. ”Sudah tembus 200 ribu dosis vaksin. Rencananya, kita akan laksanakan sampai awal Oktober saja, setelah seluruh vaksin kedua yang di Apindo selesai,” tuturnya.

”Dengan begitu, kami berharap Batam akan lebih cepat mencapai target vaksinasi sehingga penyebaran virus Covid-19 bisa lebih cepat dikendalikan,” sambungnya.

Lambat laun, lanjut Rafki, perekonomian Batam dan Kepri akan lebih cepat bangkit, sehingga investor dan wisatawan lebih percaya untuk datang ke Kepri. (*/jpg)