batampos.co.id – M. Cusni Mubarok mencari lowongan pekerjaan di grup Facebook. Mahasiswa itu mengunggah keterangan sedang membutuhkan pekerjaan untuk membayar uang kuliah. Unggahannya ditanggapi Purnama Eksandri Sudarsono yang menginformasikan punya lowongan pekerjaan melalui Facebook Messenger.

Jaksa penuntut umum Fathol Rasyid dalam dakwaannya mengungkapkan, Purnama mengaku memiliki kenalan orang dalam di pabrik margarin di Rungkut yang sedang membutuhkan pekerja baru. Purnama menawarkan diri untuk mengantar Cusni ke pabrik margarin tersebut. Dia meminta dijemput di perempatan Gedangan, Sidoarjo, Kamis (28/1) pukul 07.00.

Pada hari yang telah disepakati tersebut, keduanya berboncengan sepeda motor menuju pabrik yang dimaksud di Jalan Rungkut Industri. Sesampai di depan pabrik, Purnama tidak langsung mengajak Cusni masuk ke pabrik. Dia justru mengajak mampir di kafe depan pabrik dulu.

”Dia lalu pinjam motor dengan alasan mau temui manajer pabrik supaya saya dapat bekerja,” kata Cusni saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Selasa (14/9).

Cusni diminta menunggu di dalam kafe tersebut. Namun, setelah Cusni lama menunggu, Purnama tidak kunjung kembali. Dia akhirnya tersadar ditipu. ”Sepeda motor saya dibawa kabur dan sampai sekarang tidak kembali,” ucapnya.

Korban lantas melaporkan penipuan tersebut ke kantor polisi. Tidak lama setelah itu, Purnama berhasil ditangkap di kawasan Sidoarjo. ”Yang nangkap Polresta Sidoarjo. Motornya tidak ketemu,” ujar Ahmad Zaenuri, anggota Polsek Rungkut, saat bersaksi dalam sidang.

Purnama mengakui semua perbuatannya. Dia menyesal telah menipu Cusni. Menurut dia, pekerjaan yang dijanjikan itu sebenarnya tidak pernah ada. ”Motornya sudah saya jual ke orang Benowo,” ungkap Purnama. (jpg)