batampos.co.id – Pemko Batam bersiap membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai pekan depan.

Berbagai persiapan termasuk persetujuan orangtua dan kesiapan sekolah mulai dilakukan.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, saat ini persiapan yang dilakukan untuk PTM, menunggu komite dari satuan pendidikan dan orang tua.

“Sangat penting persetujuan dari orangtua bahwa anaknya diperbolehkan kembali sekolah tatap muka,” ujar Amsakar usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD, Rabu (15/9/2021).

Komitmen Satuan Pendidikan, yaitu mengenai protokol kesehatan. Pihak sekolah diminta untuk menyiapkan sarana dan prasarana pendukung kenyamanan anak ketik berada di sekolah.

Siswa SMP Negeri 12 Batam mencuci tangan saat memasuki sekolah untuk mengikuti uji coba belajar tatap muka di sekolah, Kamis (25/2/2021) lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Menjaga kebersihan sangat penting, terutama mencuci tangan.

”Kami minta pihak sekolah menyediakan tempat cuci tangan bagi anak-anak yang ingin masuk ke ruang kelas,” tegasnya.

Begitu juga dengan pengaturan ruang kelas, yang biasanya diisi oleh 40 anak, diminta hanya diisi 25 persen saja.

Dengan begitu akan menghindari klaster baru saat PTM nanti.

“Kalau teknis sama dengan yang sudah dijalankan sebelumnya. Pengaturan jam belajar juga, kalau 1,5 jam menjadi 1 jam, supaya durasi anak-anak bersama itu sedikit dikurangi,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh saat belajar ini, satuan pendidikan banyak yang antusias untuk melaksanakan PTM.

Total, sudah 91 persen sekolah berkomitmen untuk menggelar pembelajaran di sekolah.

“Minggu depan, sesuai arahan Pak Wali Kota, sekolah tatap muka sudah dibuka. Tinggal menunggu laporan akhir dari Disdik lagi. Sudah sejauh mana persiapan yang sudah digelar untuk PTM ini,”
terangnya.

Saat ini, kata Amsakar, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) bersama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam sedang membahas Protokol Kesehatan (Protkes) di sekolah saat PTM.

“intinya jangan sampai ada klaster baru, agar anak-anak kita aman,” tutupnya.

Sebelumnya, banyak warga yang menghendaki agar kembali dibuka PTM di sekolah. Pasalnya, orang tua siswa banyak yang menyebut pembelajaran daring dinilai kurang efektif.

”Karena belajarnya hanya beberapa menit yang benar-benar serius, setelah itu lebih banyak mengutak-atik HP (ponsel),” keluh Murni, warga Batuampar yang memiliki anak kelas IX SMP.

Ia juga menyebut, selama ini kesulitan mengajari anaknya jika ada tugas dari sekolah yang diberikan secara daring.

”Semoga semua berjalan lancar jadi anak-anak bisa belajar dengan baik di sekolah,” harapnya.(jpg)