batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam dan DPRD Batam
mempercepat pemulihan ekonomi dan pembangunan di tahun 2022 mendatang.

Ada beberapa pembangunan yang menjadi prioritas pada APBD 2022. Di antaranya, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

”Covid-19 sudah dianggap selesai. Jadi, tahun depan kami kembali fokus ke tiga sektor tersebut. Sekarang kan bisa dilihat angka kasus Covid-19 terus turun, dan Kami harapkan bisa selesai tahun ini, jadi selanjutnya Batam sudah mulai fokus pemulihan ekonomi,” kata Ketua DPRD Batam, Nuryanto, Rabu (15/9/2021).

Nuryanto menyebutkan, selama pandemi berlangsung kurang lebih dua tahun, banyak pekerjaan yang tertunda pelaksanaannya.

Hal ini disebabkan karena refocusing anggaran yang dialihkan untuk mengatasi berbagai persoalan Covid-19.

”Dua tahun ini penanganan Covid-19 jadi prioritas. Tahun depan pemulihan ekonomi dan infrastruktur, pendidikan, serta kesehatan kami coba tata kembali, dan yang tertunda kembali bisa dilanjutkan,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022.

Sesuai rancangan itu, APBD Batam 2022 sebesar Rp3.453.989.367.124.

”APBD 2022 mengalami peningkatan sebesar Rp485.415.309.055 atau naik 16 persen dibandingkan dengan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp2.968.574.058.069,” kata Rudi
dalam Rapat Paripurna di DPRD Batam, Jumat (10/9/2021) lalu.

Sedangkan Pendapatan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2022 ditargetkan sebesar Rp3.369.292.544.044, mengalami kenaikan sebesar Rp508.429.319.642 atau naik 18 persen dibandingkan pendapatan pada APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp2.860.863.224.402.

Adapun, rencana penerimaan pendapatan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2022 berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan Rp1.618.052.879.903, mengalami peningkatan sebesar Rp185.413.194.710 atau naik 13 persen dibandingkan PAD 2021 sebesar Rp1.432.639.685.193.

”Untuk Penerimaan Pendapatan Transfer Kota Batam Tahun Anggaran 2022 direncanakan sebesar Rp1.615.967.984.141, mengalami kenaikan sebesar Rp296.760.644.932 atau naik 22
persen dibandingkan 2021 sebesar Rp 1.319.207.339.209,”
katanya.

Kemudian, lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah dianggarkan sebesar Rp135.271.680.000 mengalami kenaikan sebesar Rp26.255.480.000 atau turun 24 persen dibandingkan dengan APBD Tahun Anggaran 2021.

Ia melanjutkan, untuk belanja daerah semua urusan wajib sudah sesuai ketentuan seperti urusan pendidikan dialokasikan 25 persen, urusan kesehatan 12 persen, Anggaran Infrastruktur pelayanan publik dari total Dana Transfer Umum setelah dikurangi belanja bagi hasil dialokasikan sebesar 42 persen, Anggaran Peningkatan Kapasitas SDM dialokasikan sebesar 0,18 persen, Anggaran Penguatan APIP dialokasikan sebesar 0,77 persen.

”Penjelasan secara rinci mengenai rencana penerimaan pendapatan, rencana belanja dan pembiayaan daerah Kota Batam Tahun Anggaran 2022 dapat dilihat dalam buku Rancangan Peraturan Daerah Kota Batam tentang Rancangan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2022 dan buku Nota Keuangan Tahun
Anggaran 2022,” kata Rudi.(jpg)