batampos.co.id – Warga Batam masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan vaksinasi khususnya jenis AstraZaneca dosis kedua. Seperti disampaikan Andika warga Marina, Sekupang. Ia berharap puskesmas bisa kembali menggelar vaksinasi kepada masyarakat, sehingga lebih memudahkan dalam mendapatkan vaksin.

”Kalau kemarin agak mudah, tinggal datang ke puskesmas untuk vaksin,” ujarnya kepada Harian Batam Pos, kemarin (15/9).

Senada juga dikatakan Wahyu. Ia menilai banyak warga yang berharap agar masing-masing puskesmas kembali menggelar vaksinasi. ”Animo masyarakat untuk vaksinasi saat ini sangat tinggi. Sehingga kalau dibuka di puskesmas lagi, tingkat vaksinasi di Batam juga akan makin tinggi,” tuturnya.

Kepala Dinkes Kota Batam, dr Didi Kusmardji, SPoG, mengatakan, proses vaksinasi Covid-19 sampai saat ini terus berjalan. Vaksin dilaksanakan di sejumlah instansi pemerintah, kepolisian, seperti polsek-polsek, dan instansi swasta lainnya.

Selain itu, vaksinasi juga difokuskan bagi anak sekolah khususnya dosis pertama, mengingat tingkat capaian vaksinasi anak sekolah masih di angka 73,28 persen. ”Stok kita cukup banyak untuk dosis pertama vaksin Moderna. Sementara untuk dosis kedua stoknya memang agak sulit. Oleh sebab itu kita fokuskan dulu bagi remaja dan anak sekolah,” sebutnya.

Namun, bagi warga yang ingin vaksin dosis kedua AstraZaneca, Didi mengimbau untuk mendaftar di setiap kelurahan. Pendaftaran minimal 300 orang sampai 500 orang. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pendistribusian vaksin kepada masyarakat.

”Semisal kemarin ke Kelurahan Tanjungriau, ada warga yang minta dosis kedua AstraZaneca ini. Mereka daftar ke lurah dan setelah nanti vaksinnya datang kita akan langsung distribusikan,” jelasnya.

Disinggung mengenai capaian vaksinasi saat ini, ia menjawab, untuk dosis pertama telah mencapai 78,09 persen atau 708.516 orang dari target sasaran sebanyak 907.317 orang. Sementara dosis kedua mencapai 39,44 persen atau sebanyak 357.811 orang.

Adapun sasaran vaksinasi ini adalah tenaga tenaga kesehatan 5,548 orang, pelayan publik 80,346 orang, lansia 28,895 orang dan masyarakat umum 674,662 orang serta remaja dan siswa 117,866 orang.

Sementara untuk realisasinya, vaksinasi usia di atas 18 tahun, dosis pertama 622,142 orang atau 78.81 persen dan dosis kedua 329,377 orang atau 41.72% persen. Adapun jumlah yang belum divaksin sebanyak 167.309 orang.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan dosis pertama 9,533 orang atau 171.8 persen, dosis kedua 9,436 orang atau 170.08 persen dan dosis ketiga 4,075 orang atau 73.45 persen. Kemudian pelayan publik dosis pertama 71,723 orang atau 89.27 persen dan dosis kedua 71,599 orang atau 89.11 persen.

Selanjutnya, lansia dosis pertama 18,935 orang atau 65.53 persen serta dosis kedua 10,259 orang atau 35.50 persen. Masyarakat umum dan rentan dosis pertama 521,951 orang atau 77.36 persen dan dosis kedua 238,083 orang atau sebanyak 35.29 persen.

Selain itu, vaksinasi siswa atau pelajar, dosis pertama 86,374 orang atau 73.28 persen dan dosis kedua 28,434 orang atau 24.12 persen. ”Jumlah siswa atau pelajar yang belum divaksin tersisa 31,492 orang,” sebut Didi.

Secara keseluruhan, jumlah total yang belum divaksin 198,801 orang. Rinciannya usia diatas 18 tahun sebanyak 167.309 orang dan usia 12-17 tahun 31.492 orang. (*/jpg)