Gubernur Kepri Ansar Ahmad. (F.HumasPemprov)

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, kembali mengajak semua pihak untuk bahu membahu menyukseskan program vaksinasi 50 ribu orang dalam sehari. Pemerintah Kota Batam pun menyanggupi target tersebut.

Ansar menyebut, hingga saat ini, penyuntikan dosis pertama di Kepri sudah mencapai 78,83 persen. Sedangkan dosis kedua 49,33 persen dan akan terus ditingkatkan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

”Saya berterima kasih kepada semua komponen masyarakat Kepri yang bahu membahu menyukseskan vaksinasi ini. Dengan ikhtiar bersama, bergotongroyong, menjadikan capaian vaksinasi Kepri tertinggi setelah Jakarta dan Bali,” ujar Ansar, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi pekerja PT McDermott Indonesia di Batuampar, Batam, Kamis (16/9).

Menurut Gubernur, Kepri juga patut bersyukur karena senantiasa mendapat perhatian dari pemerintah pusat, terkait ketersediaan vaksin. Setiap pihaknya melaporkan dan meminta tambahan vaksin, esok harinya langsung menerima kiriman vaksin dari Jakarta. Kepri menerima sesuai dengan yang diajukan.

Ansar menambahkan, saat ini di Kepri, suntikan per hari sudah cukup tinggi, namun tetap akan ditingkatkan. Termasuk target 50 ribu suntikan bertepatan dengan Hari Jadi ke-19 Provinsi Kepri pada 24 September 2021 mendatang.

“Bila program ini berjalan, mudah-mudahan akhir Oktober mendatang, kita bisa menargetkan 100 persen vaksinasi bagi semua masyarakat Kepri,” kata Ansar.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen P2P Kemenkes, Maxi Rein Rondunuwun, mengapresiasi keberhasilan Kepri yang sejauh ini menempati posisi ketiga secara nasional dalam capaian vaksinasi.

”Capaian ini bukan kerja mudah. Perlu gotong royong semua komponen. Alhamdulillah, capaian vaksinasi Kepri dosis kedua di angka 78 persen. Ini benar-benar sesuatu yang patut dibanggakan,” ujar Maxi.

Ia juga mengaku menyaksikan langsung antusiasme masyarakat Kepri mengikuti program vaksinasi. Hal ini dibuktikan setiap ada pembukaan vaksinasi, selalu banyak yang hadir. Bahkan rela antre panjang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Maxi yakin, jika capaian kerja seperti Kepri bisa dilakukan di semua pemerintah daerah di Indonesia, maka target 100 persen secara nasional pada akhir tahun ini, bukan tidak mungkin bisa dicapai.(*/jpg)