batampos.co.id – Aturan aplikasi PeduliLindungi yang melarang anak-anak di bawah usia 12 tahun masuk mal dan tempat wisata akan dikaji ulang. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menegaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan evaluasi aturan tersebut.

’’Ini sekarang kita evaluasi PeduliLindungi. Ini akan terus kita perluas, kita sosialisasikan untuk anak-anak di bawah 12 tahun akan ada pengecualian,’’ tutur Sandiaga ketika hadir pada acara launching 5G Experience Center di Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya, Kamis (16/9).

Aturan itu akan didasarkan pada diskresi atau kebijakan pemerintah daerah masing-masing. Juga satgas Covid-19 setempat.

’’Tapi kita mendorong PeduliLindungi ini menjadi salah satu standar yang diutamakan dalam pembukaan destinasi wisata dan sentra kreatif,’’ jelas Sandiaga.

Dengan kehadiran aplikasi tersebut, mantan wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Sebab aplikasi tersebut bisa mengidentifikasi warga yang dinyatakan terpapar Covid-19.

’’Jangan sampai terjadi lonjakan kasus baru, dengan PeduliLindungi ini bisa mengidentifikasi, siapa yang kuning, hijau, merah, hitam (identifikasi suspect dan pasien Covid-19) yang harus diisolasi terpadu,’’ beber Sandiaga.

Selama ini, aturan larangan anak di bawah 12 tahun untuk masuk mal dan temapt wisata dianggap merugikan pelaku usaha. Misalnya, calon pengunjung Jatim Park yang harus kembali pulang karena anak-anak dilarang masuk pada Sabtu (11/9).

Hal itu diakui Direktur Komersial PT Pakuwon Jati Tbk Sutandi Purnomosidi. Sutandi mengaku senang dengan aturan aplikasi PeduliLindungi. Namun, larangan masuk bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun cukup memberatkan.

’’Larangan anak-anak usia 12 tahun sangat mempengaruhi. Pengunjung jadi berkurang. Nggak banyak,’’ ujar Sutandi.

Sejak mal dibuka pada pertengahan Agustus, jumlah pengunjung hanya sebesar 50 persen dari total pada hari normal sebelum masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). ’’Baru 50 persen jumlah pengunjung,’’ terang Sutandi.(jpg)