batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan persoalan capaian vaksinasi di Batam tergantung stok vaksin yang tersedia. Selama ini Batam paling banyak melakukan vaksinasi dengan dukungan berbagai pihak. Capaian vaksinasi Batam sudah di angka 78 persen secara keseluruhan.

”Berapapun target yang diberikan, kalau barang itu ada, selesai semua. Sekarang ini stok vaksin tidak sebanding dengan kebutuhan, sehingga mempengaruhi capaian harian,” kata dia, Kamis (16/9).

Amsakar menyebutkan, awal tahun lalu capaian vaksinasi di Kota Batam mencapai 20 ribu dalam satu hari. Angka ini merupakan paling tinggi dan bisa terlaksana karena ketersediaan vaksin. Sedangkan saat ini, vaksin tidak banyak, sehingga sulit untuk mencapai angka tersebut.

”Meskipun begitu, kami tetap optimistis Batam bisa 100 persen tahun ini. Bicara soal waktu saja lagi. Ke depan kalau vaksin datang sesuai kebutuhan, tak butuh lama akan kami lakukan penyuntikan secepat mungkin,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam ini menuturkan, tenaga kesehatan yang ada saat ini siap membantu pemerintah dalam menyukseskan vaksinasi. Ia berharap seluruh warga bisa mendapatkan vaksin, sehingga capaian bisa terus naik. ”Intinya tidak ada masalah,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, pelaksanaan vaksinasi saat ini dibuat lebih baik. Pemanfaatan pendaftaran online dinilai turut membantu masyarakat dalam mendapatkan vaksin.

”Sekarang, kalau mau vaksin harus daftar dulu. Karena kami tidak mau, saat mereka datang ke lokasi dari pagi malah tidak mendapatkan vaksin. Jadi lebih teratur, dan setiap hari pelaksanaan vaksinasi. Hanya saja jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan penyelenggara, sebab mereka tetap harus sesuai protkes,” tambahnya.

Berdasarkan data terbaru saat ini untuk stok vaksin masih tersedia 53.940 dosis atau 4 persen dari kebutuhan. Capaian dosis kedua saat ini baru mencapai angka 40 persen. (*/jpg)