batampos.co.id – Masih banyaknya masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang kesulitan mengakses vaksinasi, baik dosis satu maupun dosis dua, direspon Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

Ia meminta pemerintah kabupaten/kota di Kepri agar mengaktifkan kembali vaksinasi di semua puskesmas.

”Kami akan segera surati pemda kabupaten dan kota, supaya mengaktifkan vaksinasi di semua puskesmas. Tentunya dengan
pengaturan yang baik agar tidak menimbulkan kerumunan,” ujar
Ansar kepada Batam Pos di Hotel Harmoni, Jodoh, Jumat (17/9/22021).

Soal stok vaksin, Ansar menjamin akan tetap tersedia. Bahkan, pihaknya kembali meminta tambahan vaksin ke Kementerian Kesehatan.

Apalagi, vaksin jenis Pfizer sebanyak 50 juta dosis sudah mulai masuk 1,6 juta ke Indonesia.

Selain itu, pihaknya juga sudah meminta ke Menteri Kesehatan,
Budi Gunadi Sadikin, agar vaksin jenis Sinovac bantuan Singapura sebanyak 100 ribu dosis, agar bisa langsung masuk dari Singapura ke Kepri.

”Supaya cepat dan stok untuk Kepri makin terjaga untuk mencapai 100 persen dari target,” ujar Ansar.

Sejauh ini, Menkes tidak pernah menolak permintaan vaksin dari Kepri.

Dan setiap ada kiriman vaksin ke Kepri, langsung didistribusikan ke kabupaten/kota.

”Batam itu kami distribusikan 50 ribu vaksin jenis Moderna. Sisanya 50 ribu kami cadangkan untuk kebutuhan vaksin dosis kedua. Sebab, kita tak tahu, apakah jenis Moderna masih masuk atau tidak. Kalau semuanya kita lepas, nanti kesulitan untuk dosis duanya,” ungkap Ansar.

Khusus untuk vaksin booster Moderna, Ansar mengatakan masih ada stok.

Namun, ia belum melepas untuk kebutuhan umum, sebelum semua tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga di garis depan yang melayani vaksinasi selesai semua divaksin booster ini.

Booster ini memang prioritas untuk nakes,” tegasnya.

Terkait capaian vaksinasi, Ansar menyebutkan, dosis satu hingga 16 September 2021 sudah mencapai 78,52 persen atau 1.241.464 jiwa dari target 70 persen penduduk Kepri.

Sedangkan dosis dua sudah mencapai 50,10 persen atau 688.082 jiwa dari total 70 persen target penduduk Kepri.

Ansar merinci, capaian vaksin untuk usia 18 tahun ke atas mencapai 78,65 persen atau 1.08.169 jiwa.

Tersisa 293.203 jiwa dari target 100 persen. Kemudian dosis dua untuk usia 18 tahun ke atas sudah tercapai 45,47 persen atau
624.452 jiwa.

Tersisa 748.920 jiwa dari target 100 persen. Sedangkan capaian vaksin usia 12-17 tahun dosis pertama sudah mencapai 77,67 persen atau 161.295 jiwa.

Tersisa 293.203 jiwa dari target 100 persen. Dosis kedua usia 12-17 tahun, capaiannya masih 30,64 persen atau 63.630 jiwa. Tersisa 144.033 jiwa.

”Jadi memang masih banyak. Kita akan kejar terus supaya target 70 persen dari total penduduk tercpai 100 persen pada Oktober ini,” ujar Ansar.

Ia juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang terus bahu membahu membantu pemerintah mempercepat proses vaksinasi dengan terus menggelar vaksinasi massal, sehingga capaian vaksinasi Kepri tertinggi ketiga setelah Jakarta dan Bali.(jpg)