batampos.co.id – Setelah penandatanganan kesepakatan oleh Ooredoo QPSC dan CK Hutchison Holdings Limited pada Kamis (16/9) lalu, PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) akhirnya resmi merger. Rumor keduanya bakal melebur memang sudah mengemuka sejak lama.

Setelah menjadi satu, mengemuka pertanyaan terkait nasib pelanggan kedua operator seluler (opsel) tersebut. Menjawab tanya tersebut, COO Indosat Ooredoo Vikram Sinha memastikan bahwa kenyamanan pelanggan tetap menjadi prioritas.

Vikram menjamin bahwa keputusan merger Indosat dan Tri tidak akan memberikan dampak buruk bagi pelanggan. “Ini sangat penting bahwa kami ingin fokus yang tepat pada pengalaman pelanggan dan juga membangun efisiensi,” ujar Vikram di Jakarta.

Vikram menambahkan bahwa proses merger diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2021. Selama proses merger dan pasca merger selesai, Vikram menegaskan bahwa pelanggan akan tetap mendapatkan pelayanan yang prima dan tak akan terganggu proses merger.

Hal senada diutarakan oleh SVP Corporate Communications Indosat Ooredoo, Steve Saerang. Steve mengimbau pelanggan untuk tidak khawatir karena saat ini layanan Indosat dan Tri masih berfungsi seperti biasa dan tak akan terdampak apapun.

“Sekarang fokus pada layanan masing-masing. Jadi bisnis tetap berjalan dalam hal ini Indosat dengan semua produk-produknya, Hutchison Tri Indonesia dengan semua produknya tetap jalan,” tutur Steve.

Sebagai informasi juga, saat ini Indosat memiliki 60 juta pelanggan aktif. Sementara untuk Tri Indonesia tercatat memiliki 44 juta pelanggan.

Dengan merger ini, Indosat Ooredoo Hutchison akan dapat memanfaatkan pengalaman dan keahlian Ooredoo Group dan CK Hutchison dalam hal jaringan, teknologi, produk, serta layanan.

Perusahaan juga akan mendapatkan keuntungan atas operasi multinasional Ooredoo Group dan CK Hutchison yang tersebar di pasar Eropa, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Pasifik.(jpg)