batampos.co.id – Anggota Komisi I DPR RI Sukamta meminta pemerintah untuk segera meningkatkan keamanan patroli di wilayah terluar Indonesia. Langkah ini perlu dilakukan guna mencegah masuknya kapal asing ke batas laut Indonesia.

Hal tersebut disampaikan setelah Badan Keamanan Laut (Bakamla) menemukan adanya ratusan, bahkan ribuan kapal Vietnam hingga Tiongkok masuk ke wilayah Indonesia di Laut Natuna Utara saat dilakukan pemantauan dari udara.

Hal ini tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga bisa membahayakan kedaulatan wilayah Indonesia. Oleh karena itu, Sukamta meminta pemerintah serius untuk meningkatkan kapasitas patroli keamanan wilayah laut terluar Indonesia.

“Terutama di wilayah Laut Natuna Utara, perlu ada konsentrasi yang lebih besar untuk melakukan patroli. Wilayah ini berdekatan dengan zona sengketa di laut Tiongkok Selatan antara Tiongkok dan negara-negara Asean,” ungkap dia kepada wartawan, Minggu (19/9).

Apalagi ini bukan pertama kalinya, beberapa kali juga terjadi insiden kapal coast guard Tiongkok masuk wilayah Indonesia. Jika pemerintah tak bisa menjamin keamanan dengan melakukan patroli di lintas batas laut, pihak asing akan leluasa mengobok-obok.

“Jika Indonesia tidak bisa menujukkan kekuatan patroli keamanan yang memadai, pihak asing akan leluasa mengobok-obok wilayah Indonesia,” tuturnya.

Ia menambahkan, perlu juga adanya pendekatan dalam mengatasi persoalan ini. Pertama adalah memperkuat kekuatan kapal patroli Bakamla. Bakamla menyebut, hanya ada 10 kapal untuk patroli, di mana jumlah ini tentu sangat minim untuk menjaga wilayah laut Indonesia yang luas.

“Industri pertahanan milik Indonesia bisa lebih digiatkan untuk memproduksi kapal-kapal jenis coast guard. Ini untuk mendukungan cakupan patroli yang selama ini dilakukan,” tambahnya.

Lalu, perlu diperkuat adalah koordinasi keamanan laut, dengan melibatkan berbagai kekuatan yang dimiliki. Kerjasama yang telah dilakukan Bakamla dengan TNI AU untuk melakukan patroli udara ini bagus dan perlu diperkuat.

“Bakamla juga bisa bekerjasama dengan LAPAN untuk memperkuat pemanfaatan teknologi penginderaan melalui satelit dan udara,” jelas dia.

Terakhir adalah pendekatan untuk mengamankan wilayah Laut Indonesia bisa dengan mencontoh strategi Tiongkoi mengerahkan milisi laut dalam sengketa di Laut Tiongkoo Selatan. Indonesia punya banyak nelayan handal, mereka bisa dilibatkan untuk ikut mengamankan wilayah Laut Natuna Utara.

“Pengerahan nelayan-nelayan Indonesia di wilayah yang rawan dimasuki pihak asing, bisa ikut membantu memberikan informasi ke Bakamla. Dalam hal ini pemerintah bisa memberikan fasilitasi berupa alat monitor dan BBM kepada nelayan-nelayan Indonesia,” pungkas Sukamta.(jpg)