batampos.co.id – Singapura mulai merasakan dampak melejitnya penularan Covid-19. Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung mengumumkan bahwa Departemen Kecelakaan dan Kedaruratan (A&E) serta bangsal umum di rumah sakit (RS) kini berada dalam tekanan.

Kementerian Kesehatan (MOH) meminta agar penduduk yang sudah divaksin dan masih berusia muda menjalani perawatan di rumah saja, jika tertular Covid-19.

’’Itu karena lebih dari 98 persen kasus bergejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Kondisi itu tidak berubah hingga mereka sembuh,’’ ujar Ong, Minggu (19/9).

MOH juga mengimbau penduduk berobat ke fasilitas perawatan masyarakat jika gejala Covid-nya ringan. Rencananya, pemerintah mendirikan lebih banyak fasilitas serupa dalam sepekan ke depan. Dengan begitu, kamar di RS dan layanan A&E bisa lebih fokus kepada mereka yang memang membutuhkan.

Meski begitu, Ong menegaskan bahwa kapasitas ICU masih aman terkendali. ’’Kami tak bisa membiarkan RS dan petugas kesehatan terlalu terbebani,’’ ucapnya, seperti dikutip Channel News Asia.

Singapura saat ini memang dilanda lonjakan penularan yang tinggi. Pada Sabtu (18/9), tercatat ada 1.009 kasus baru Covid-19. Itu adalah penularan harian tertinggi sejak 23 April 2020. Selama ini, Singapura dikenal mampu mengendalikan pandemi. Namun, varian Delta telah membalikkan situasi. Kasus di Singapura sejak awal pandemi mencapai 76.792. Total ada 60 orang yang meninggal akibat Covid-19.

Saat ini ada 863 pasien yang dirawat di RS. Sebanyak 105 di antaranya membutuhkan alat bantu pernapasan dan oksigen, sedangkan 18 orang lain dalam kondisi kritis di ICU. Seratus orang yang dirawat di RS adalah warga berusia di atas 60 tahun. (jpg)