batampos.co.id – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam tahun 2022 difokuskan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan pembangunan daerah.

Pemerintah Kota Batam dan DPRD Batam menganggap pandemi Covid-19 sudah selesai dengan melihat angka penularan Covid-19 yang semakin menurun saat ini.

Sehingga, ada beberapa pembangunan yang menjadi prioritas pada APBD 2022. Di antaranya, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam, Mochamad Mustofa, membenarkan bahwa dalam rancangan APBD Kota Batam tahun 2022 difokuskan pada
pembangunan infrastruktur yang sempat tertunda akibat adanya kebijakan refocusing
anggaran selama pandemi Covid-19 dua tahun belakangan ini.

Meski demikian, anggaran untuk penangan Covid-19 di rancangan APBD tahun 2022 tetap ada.

”Masih ada, tapi bentuknya tanggap darurat,” tegas Mustofa, Minggu (19/9/2021).

Ia melanjutkan, karena bentuknya dana tanggap darurat, maka kewenangan seperti
refocusing bisa dilakukan sendiri oleh Pemko Batam untuk penanganan Covid-19, jika sewaktu-waktu kasus penularan Covid-19 di Batam kembali meningkat.

Sementara, untuk anggaran untuk vaksinasi sudah tidak ada lagi.

”Dia (vaksinasi) secara khusus tidak ada. Tapi induknya dalam rangka penanganan
Covid-19,” katanya.

Sementara untuk besaran anggaran yang bisa digunakan untuk penanganan Covid-19
melalui APBD tahun 2022, Mustofa mengaku tidak mengingat angkanya.

Namun, ia bisa memastikan bahwa anggaran untuk penanganan Covid itu masih tersedia.

”Saya lupa angkanya, ada beberapa miliar. Saya takut salah nyebutnya, yang jelas ada dana itu. Namanya Dana Tanggap Darurat dan masih bisa dipakai untuk itu (penanganan Covid),” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan DPRD Batam berkomitmen mempercepat pemulihan ekonomi dan pembangunan di tahun 2022 mendatang.

Ada beberapa pembangunan yang menjadi prioritas pada APBD 2022. Di antaranya, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

”Covid-19 sudah dianggap selesai. Jadi, tahun depan kami kembali fokus ke tiga sektor tersebut. Sekarang kan bisa dilihat angka kasus Covid-19 terus turun, dan Kami harapkan bisa selesai tahun ini, jadi selanjutnya Batam sudah mulai fokus pemulihan ekonomi,” kata Ketua DPRD Batam, Nuryanto, Rabu (15/9/2021).

Nuryanto menyebutkan, selama pandemi berlangsung kurang lebih dua tahun, banyak pekerjaan yang tertunda pelaksanaannya. Hal ini disebabkan karena refocusing anggaran yang dialihkan untuk mengatasi berbagai persoalan Covid-19.

”Dua tahun ini penanganan Covid-19 jadi prioritas. Tahun depan pemulihan ekonomi
dan infrastruktur, pendidikan, serta kesehatan kami coba tata kembali, dan yang ter-
tunda kembali bisa dilanjutkan,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022.

Sesuai rancangan itu, APBD Batam 2022 sebesar Rp3.453.989.367.124.

”APBD 2022 mengalami peningkatan sebesar Rp485.415.309.055 atau naik 16 persen dibandingkan dengan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp2.968.574.058.069,” kata Rudi dalam Rapat Paripurna di DPRD Batam, Jumat (10/9/2021) lalu.

Sedangkan Pendapatan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2022 ditargetkan sebesar  Rp3.369.292.544.044, mengalami kenaikan sebesar Rp508.429.319.642 atau naik 18 persen dibandingkan pendapatan pada APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2021 sebesar
Rp 2.860.863.224.402.

Adapun, rencana penerimaan pendapatan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2022 berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan Rp1.618.052.879.903, mengalami peningkatan sebesar Rp 185.413.194.710 atau naik 13 persen dibandingkan PAD
2021 sebesar Rp 1.432.639.685.193.