batampos.co.id – Indonesia kembali kecolongan dengan masuknya kapal asing asal Tiongkok di perairan Natuna Utara. Hal ini pun bukan kali pertamanya kedapatan kegiatan illegal fishing di laut Natuna Utara.

Ketua Harian DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani Setiawan menyampaikan, terus masuknya kapal asing di wilayah tersebut akibat minimnya armada nelayan Indonesia yang beroperasi.

“Aktivitas kapal-kapal asing di laut Indonesia itu kan salah satunya dipicu karena sedikitnya armada perikanan kita yang beroperasi di wilayah laut terluar,” kata dia kepada JawaPos.com, Senin (20/9).

Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar bisa lebih memperketat kawasan teritori laut di Tanah Air. Salah satunya dengan memberdayakan nelayan untuk melaut di sana.

“Harus melibatkan nelayan-nelayan juga dalam operasi pengawasan dan penangkapan, sehingga bisa melaporkan juga kejadian atau aktivitas ilegal di laut kita,” tutur dia.

Khususnya kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan TNI Angkatan Laut, diharapkan bisa berkoordinasi untuk mengatasi masalah yang tidak berkesudahan ini.

“Saya rasa kita harus menjaga kedaulatan teritori di laut kita, karena wilayah itu kan sangat kaya sekali sumber daya perikanannya,” pungkas dia. (jpg)