batampos.co.id – Terkait permintaan Gubernur Kepri agar semua puskesmas di Kepri mengaktifkan kembali vaksinasi, mulai ditindaklanjuti kabupaten/kota di Kepri.

Di Kota Batam contohnya. Dinas Kesehatan Batam kembali aktif layani penyuntikan vaksinasi untuk warga yang belum mendapatkan layanan vaksinasi.

Pelaksanaan rencananya digelar ditingkat kelurahan yang menjadi wilayah kerja masing-
masing puskesmas.

Kepala Dinkes Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, mengatakan, agar tidak mengganggu pelayanan di puskesmas, pelaksanaan akan digelar di perumahan warga atau di kelurahan yang warganya belum mendapatkan vaksinasi.

”Jadi nanti tim turun ke lapangan seperti sebelumnya. Kemarin ini kan banyak yang
massal sehingga tenaga fokus di sana. Kami juga turun membantu, meskipun pelaksanaan oleh pihak ketiga atau swasta dan lainnya,” ujarnya, Minggu (19/9/2021).

Ia juga meminta peran aktif lurah dalam mendata mulai dari tingkat RT. Nanti tim akan turun dan menggelar vaksinasi di RT yang belum tersentuh vaksinasi, atau warganya kesulitan mendapatkan layanan vaksinasi.

”Saya baru mau sampaikan sama Pak Am (Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam, red). Kalau bisa lurah aktif catat dan data warganya yang belum divaksin. Seperti lurah Tanjungriau yang beberapa hari lalu mengajukan permohonan, dan kami langsung jalan dan ada 500 orang yang divaksin Moderna,” beber Didi.

Peran aktif lurah ini menurutnya, bisa mempercepat capaian vaksinasi. Sebab mereka yang paling tahu kondisi warganya.

Mulai minggu ini pelaksanaan akan kembali digelar oleh petugas puskesmas. Didi menambahkan, vaksinasi di Batam mencapai 21 ribu per hari.

Peran serta swasta juga sangat membantu pemerintah. Seperti Apindo Batam dan Kepri yang dalam dua hari terakhir menvaksin 20.917 orang.

”Sabtu kita vaksin 9.784 orang, lalu Minggu 11.133 orang. Jadi total 20.917 orang,” ujar
Cahya, ketua Apindo Kepri.

Didi menambahkan, jika capaian di luar cukup tinggi, jika digelar di puskesmas, maka konsentrasi petugas akan terpecah, sebab mereka juga turun membantu vaksinasi
yang digelar swasta.

”Sampai sekarang pihak swasta masih konsisten, termasuk Apindo Kepri. Selain itu, ada juga PolAirud, PSMTI, dan Yayasan Budha Tzu Chi, dan berbagai pihak lainnya. Jadi sebenarnya tidak ada masalah,” imbuhnya.

Didi menyebutkan, di Batam, untuk saat ini masih ada total 160 ribu orang dewasa yang belum divaksin, dan 24 ribu pelajar.

Khusus untuk pelajar bisa 100 persen untuk dosis pertama, asalkan vaksin Sinovac tersedia.

”Saya rasa untuk pelajar akhir September ini selesai dosis pertamanya. Minimal dalam
satu hari kami bisa dapat dua ribu lebih, maka capaian 100 persen dan menyusul dosis kedua. Sekarang secara keseluruhan capaian dosis pertama 78 persen dan kedua 48 persen,” terangnya.(jpg)