batampos.co.id – Singapura dilanda darurat Covid-19. Rumah sakit baik IGD maupun ICU mulai mengalami lonjakan pasien.

Departemen Kecelakaan dan Darurat (A&E) mengatakan IGD dan ICU di rumah sakit Singapura berada di bawah tekanan.

Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, mengatakan, Kementerian Kesehatan (MOH) mendorong kasus ringan dan anak muda yang divaksinasi lengkap untuk isolasi mandiri di rumah.

“Ini karena lebih dari 98 persen kasus tidak memiliki gejala atau gejala ringan, dan cenderung tetap seperti itu sampai mereka pulih,” kata Ong seperti dilansir dari Channel News Asia, Senin (20/9/2021).

Kemenkes Singapura juga mengatakan pasien datang ke fasilitas perawatan masyarakat terpusat bukan hanya di rumah sakit. Terutama bagi mereka yang mengalami gejala ringan.

“Ini agar tempat tidur rumah sakit, cukup untuk mereka yang paling membutuhkan. Kapasitas ICU kami masih bertahan, tetapi IGD dan bangsal umum mendapat tekanan,” kata Ong.

“Rumah sakit dan petugas kesehatan kami tidak bisa terlalu terbebani. Pada titik ini adalah tantangan terbesar dan kami melakukan yang terbaik untuk menyelesaikannya,” tambahnya.

Singapura telah melaporkan peningkatan kasus Covid-19 yang ditularkan secara lokal dalam beberapa pekan terakhir, dengan kasus lokal baru mencapai 1.000 kasus pada Sabtu (19/9). Ong mengatakan angka tersebut menunjukkan kemungkinan seseorang bisa menjadi jatuh sakit berat jika usianya sudah lanjut dan belum divaksin.

“Faktor ketiga apakah pasien memiliki penyakit yang mendasarinya,” tambahnya.

Orang yang divaksinasi lengkap berusia 70-an tahun memiliki peluang lebih baik untuk tidak sakit parah dibandingkan dengan orang yang tidak divaksinasi dan berusia 30-an tahun. Sebaliknya, lansia yang tidak divaksinasi berada pada risiko signifikan jatuh sakit ketika terinfeksi.

IGD Penuh, Antrean Membludak

Tiga rumah sakit umum di Singapura mengumumkan waktu tunggu atau antrean lama di layanan gawat darurat atau IGD. Itu karena semakin banyak orang datang di tengah meningkatnya kasus Covid-19.

Dalam unggahan terpisah di Facebook, Rumah Sakit Tan Tock Seng (TTSH), Rumah Sakit Khoo Teck Puat (KTPH), dan Rumah Sakit Universitas Nasional (NUH) mengimbau masyarakat untuk mengunjungi dokter umum atau poliklinik jika kondisinya tidak darurat.

Minggu terakhir sangat berat,” kata TTSH pada Minggu (19/9).

“Prioritas diberikan kepada mereka yang sakit kritis dan waktu tunggu untuk pasien lain diperkirakan lebih lama,” kata pihak rumah sakit.(jpg)