batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam tengah menunggu informasi resmi terkait kelanjutan travel bubble Batam dan Singapura. Apa lagi, Kementerian Kesehatan Singapura memperbolehkan pengunjung memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia selama 21 hari terakhir untuk masuk Singapura.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, ia belum mendapat informasi resmi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terkait rencana penerapan travel bubble yang sempat tertunda itu.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu telah dibentuk PIC (person in charge) daerah untuk Batam-Bintan dan PIC Kemenparekraf sendiri. PIC ini memiliki tugas untuk masing-masing sektor pariwisata untuk rencana penerapan travel bubble.

”PIC ini memudahkan komunikasi antara pusat dan daerah, serta dapat mengidentifikasi kendala yang dihadapi untuk segera dicarikan solusi terbaiknya. Jadi memang kami menunggi informasi resmi,” terang Ardi kepada Harian Batam Pos, Minggu (19/9).

Dikatakan Ardi, rencana penerapan travel bubble tak hanya melibatkan Kemenparekraf, tapi juga Kementrian Dalam Negeri. Hal ini guna memastikan kesiapan Indonesia, khususnya Kepri untuk membuka pintu pariwisata.

”Kalau memang ada progres atau informasi baru terkait travel bubble ini, pasti ada rapat lagi,” jelasnya.

Menurut Ardi, sembari menunggu informasi resmi terkait travel bubble, pemerintah terus berbenah. Khususnya untuk pariwisata dari segi apapun. Di antaranya dengan pencapaian vaksinasi untuk masyarakat. Dimana angka vaksinasi sudah hampir mencapai 80 persen.

”Pastinya kami terus berbenah, pencapaian vaksinasi Kepri seminggu lalu sudah 75,5 persen. Dan kemungkinan saat ini terus bertambah,” ujarnya.

Untuk pelaku yang berkaitan dengan pariwisata, lanjut Ardi, rata-rata sudah mendapat vaksin 1 dan 2. Hal itu terwujud berkat dukungan dari semua unsur, organisasi dan pelaku pariwisata yang mau kerja sama untuk mengakhiri pandemi Covid-19.

”Untuk pelaku pariwisata, target vaksinasi sudah selesai dosis 2. Jika vaksinasi dijadikan target, maka sudah tercipta kekebalan komunal. Buktinya, angka positif Covid-19 turun drastis. Tak sampai 100 pasien, dari yang beberapa waktu lalu sempat ribuan,” jelas Ardi.

Masih kata Ardi, jika travel bubble nantinya berlangsung, maka kondisi Batam dan Singapura haruslah sama. Mulai dari target vaksinasi dan positif Covid-19. ”Kondisi Batam harus sama dengan Singapura,” tegas Ardi. (*/jpg)