batampos.co.id – Singapura kini tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19. Negara yang sudah 80 persen lebih menyelenggarakan vaksinasi ini, mengalami kenaikan kasus pasca mencoba berdamai dengan Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, di Batam, meski kemarin nol tambahan kasus namun ancaman gelombang ketiga bisa terjadi kapan saja.

Hal ini tidak terlepas dari mengendornya penerapan protkes, dan aktivitas masyarakat yang lalai dan menjadi celah virus menyebar dengan cepat.

”Saat ini sudah cukup lapang aktivitas masyarakat. Namun perlu diingat jangan abai. Karena kita harus berkaca dari kasus Singapura. Mereka totally sudah 80 persen all doses. Namun sekarang kasus mereka melonjak kembali. Batam sebagai pintu masuk harus waspada, apalagi virus ini terus bermutasi,” jelasnya, Minggu (19/9/2021).

Kejadian ini harusnya menjadi pelajaran bagi Batam. Meskipun pemerintah sudah memberikan kelonggaran, harusnya tidak ada kelalaian yang memicu kembali menyebarnya virus Covid-19.

Saat ini bisa terlihat sudah banyak warga yang melanggar dan melonggarkan pelaksanaan
protkes.

”Kasus memang sudah turun, namun ini merupakan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus atau gelombang ketiga. Jangan sampai lonjakan terjadi karena kelalaian semua pihak. Jadi saya minta 5M tetap berjalan, diluar itu tim medis juga terus mengencang-
kan testing, tracing di lapangan,” bebernya.

Kampanye 5M (menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak,
menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas perlu ditingkatkan kembali.

Saat ini syarat perjalanan transportasi menyesuaikan dengan kondisi perkembangan. Masyarakat tetap harus waspada, dan meningkatkan pengawasan di pintu masuk.

”Begitu juga dengan pusat keramaian. Harusnya tetap mengawasi dan memantau aktivitas warga dan pengunjung. Mereka yang tak patuh Protkes ditegur saja. Kalau
untuk tim pengawasan itu Satpol PP lah, Karena mereka yang turun,” ungkapnya.

Edukasi 5M harus dijalankan kembali, sekarang pemerintah tengah mencoba untuk kembali ke belajar tatap muka.

Pihaknya berharap tidak ada kelalaian dalam penerapan Protkes baik bagi sekolah, maupun siswa.

”Harusnya jalan 5M ini. Sebagai pintu masuk lalu lalang warga asing ada kekhawatiran
terkait virus baru dari luar. Jadi saya minta betul hal ini diperhatikan, agar tidak ada klaster di sekolah,” tambah Didi.(jpg)