batampos.co.id – Mencegah importasi varian baru Covid-19 melalui Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Tanah Air, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam telah melaksanakan dua kali tes usap (swab) bagi para pekerja tersebut.

Setiap PMI akan menjalani rapid test antigen dan pemeriksaan tes PCR saat tiba di Pelabuhan Feri Batam Center.

Salah satu PMI yang dipulangkan dari Malaysia, Toni, mengatakan, saat masuk ke Batam, dirinya menjalani dua kali pemeriksaan di Pelabuhan Batam Center.

Usai dinyatakan negatif, dirinya bersama ratusan PMI lainnya dibawa ke Rusun BP Batam di Tanjung Uncang.

Ilustrasi. Sejumlah pekerja migran Indonesia yang berasal dari berbagai negara harus melewati tahapan tes swab PCR oleh pihak bandara saat tiba di Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

”Kemarin dua kali diperiksa, di hidung dan juga di mulut,” tuturnya, kemarin.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, Achmad Farchanny, mengatakan, pemeriksaan rapid test antigen dan swab PCR itu telah dilakukan sejak dua pekan lalu.

Pemeriksaan itu dilakukan kepada setiap orang dari luar negeri yang masuk melalui bandara maupun pelabuhan.

Jika PMI yang diperiksa hasilnya negatif, maka dia akan menjalani isolasi di Rusun BP Batam maupun Rusun Pemko atau karantina mandiri di hotel.

Sementara, bagi yang hasil rapid test antigen-nya positif, maka akan langsung menjalani isolasi di RSKI Galang.

”Tambahan antigen ini atas arahan pimpinan kita di Jakarta. Ini sudah kita terapkan sebelum pak Mentri (Perhubungan) datang dan sudah kami laporkan ke Satgas Nasional,” imbuhnya.(jpg)