batampos.co.id – Status enam kabupaten/kota di Provinsi Kepri menuju zona hijau. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh melandainya kasus konfirmasi Covid-19 di Provinsi Kepri. Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, hanya Tanjungpinang yang berstatus zona oranye.

“Enam kabupaten/kota kecuali Tanjungpinang sudah berstatus zona kuning menuju hijau. Tentu ini merupakan kabar baik bagi kita,” ujar Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, Senin (20/9) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, per 19 September 2021 hanya bertambah 21 kasus terkonfirmasi positif. Sementara kasus sembuh bertambah 41 kasus.

Dengan demikian, kasus yang masih aktif saat ini sebanyak 422 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia secara kumulatif sebanyak 1.731 orang.

“Sementara berdasarkan peta risiko per daerah, hampir seluruh kabupaten/kota berstatus zona kuning. Diantaranya, Kota Batam, Bintan, Karimun, Lingga, Natuna, dan Anambas. Sementara Kota Tanjungpinang masih berstatus zona oranye,” jelas Tjetjep.

Legislator DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua, mengatakan, meskipun kasus penyebaran Covid-19 Provinsi Kepri terus melandai, namun jangan sampai lengah untuk memperketat protokol kesehatan (protkes). Menurutnya, proses vaksinasi harus terus digesa.

“Saya berkeyakinan, vaksinasi menjadi salah satu penyebab turunnya angka penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri. Maka dari itu, masyarakat diminta jangan ragu untuk ikut vaksinasi Covid-19 ini,” ujar Rudy Chua, kemarin.

Sebelumnya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengapresiasi seluruh pihak atas semakin menurunnya angka Covid-19 beberapa waktu belakangan. Hal tersebut berkat kerja sama berbagai elemen masyarakat yang senantiasa mendukung program pemerintah guna mengendalikan penyebaran Covid-19.

Ia juga menyebutkan, saat ini penanganan Covid-19 di Kepri sudah semakin baik. Namun, dirinya tetap mengimbau seluruh pihak tetap waspada jangan sampai terjadi kenaikan kasus ke depan.

“Karena, kita tidak tahu Covid-19 ini apakah karena siklus, musim atau yang lain. Oleh karena itu kita tetap menjaga, karena kita tidak tahu apakah ke depan ada varian baru atau yang lain,” ujar Ansar. (jpg)