batampos.co.id – Aksi penyerangan terhadap penceramah dan tokoh agama di Batam disesalkan banyak pihak. Termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam. Ketua MUI Batam, Luqman Rifa’i, mengatakan, pihaknya mengutuk keras penyerangan terhadap Ustaz Abu yang tengah memberikan tausiah.

”Kami mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku penyerangan dan menegakkan hukum seadil-adilnya,” tegas Luqman, dalam pernyataan resminya.

Pihaknya juga mengimbau kepada semua pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) maupun musala untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan, terutama saat kegiatan keagamaan sedang berlangsung, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

”Kami juga mengharapkan kepada kaum muslimin dan seluruh masyarakat tetap tenang dan waspada. Percayakan penanganan kasus ini kepada penegak hukum,” tutupnya.

Diketahui, Abu Syahid Chaniago, seorang ustaz di Batam, Kepulauan Riau, diserang orang tidak dikenal (OTK) saat sedang ceramah Masjid Baitussyakur, Senin (20/9/2021). Seorang pria berinisial A tiba-tiba masuk dan menyerang ustaz Abu yang sedang berceramah di hadapan ibu-ibu.

Ustaz Abu yang sempat melihat kedatangan pria itu berusaha menghindar, namun kakinya tersangkut hingga terjatuh, sehingga serangan kaki pelaku sempat mendarat di rahang kiri sang ustaz.

Sebelum peristiwa penyerangan Ustaz Abu di Batam, dua hari lalu, tepatnya Sabtu (18/9) malam, juga terjadi penyerangan pada seorang ustaz bernama Ustaz Alex di Tangerang Kota.

Ustaz Alex diserang menggunakan senjata api dan tertembak setelah salat magrib berjemaah di Masjid Jami’l Nurul Yaqin bersama anaknya yang berusia 5 tahun. Sang anak lari saat insiden terjadi, sehingga selamat. Namun sang ustaz tewas akibat luka tembakan.

”Ustaz ditembak dari radius sekitar 40 meter,” ujar Ahmad, tokoh masyarakat setempat. (*/jpg)