batampos.co.id – Pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan rapat koordinasi tindak lanjut pengusulan Geopark Natuna sebagai UNESCO Global Geopark.

Meski sudah dua kali terlewatkan kesempatan menjadi UGGp, kini atas dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri dan Provinsi, Pemerintah Natuna siap memenuhi persyaratan untuk masuk dalam UGGp pada 2022 mendatang.

Saat ini, masih diperlukan persiapan lebih lanjut untuk proses pengusulan Geopark Natuna, diantaranya persiapan sejumlah dokumen dan visibility pengusulan sebagaimana diatur dalam Operational Guidelines UGGp.

Kementerian Luar Negeri mendukung penuh rencana ini, mengingat tujuan pencalonan yang bersifat strategis, yaitu tidak hanya untuk tujuan pengembangan wilayah, pendayagunaan keragaman geologi, hayati dan budaya serta pemberdayaan masyarakat setempat, namun juga terkait aspek geostrategis dan geopolitis Natuna.

Dalam kaitan ini, Kemenlu menyelenggarakan diskusi terbatas yang secara komprehensif membahas Natuna dari sudut pandang geopolitis dan geostrategis, serta mengkaji signifikansi pengakuan status Geopark Natuna sebagai UNESCO Global Geopark bagi penguatan posisi strategis Natuna.

Bupati Natuna, Wan Siswandi mengatakan Natuna layak masuk dalam UNESCO Global Geopark dengan beberapa pertimbangan. Baik secara sosial budaya maupun letak geografis Natuna yang berada dekat dengan negara-negara tetangga.

”Saya tidak takut dengan ancaman Cina, namun yang paling saya khawatirkan adalah ancaman dari negara Malaysia, karena kultur budaya yang sama sebagai Melayu. Untuk itu, Natuna yang memang bagian dari NKRI akan lebih mendunia bila masuk dalam UNESCO Global Geopark nantinya,” ujar Bupati Wan Siswandi.

Menurutnya, meski Natuna sudah ditetapkan sebagai wilayah pertahanan, namun peningkatan dari sektor pariwisata, perikanan dan yang lainnya, juga merupakan unsur penting sebuah pertahanan suatu negara di wilayah perbatasan seperti daerah Natuna.

”Dengan beberapa aspek di atas, kami berharap dan sangat berterima kasih atas dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat yang telah membantu dan mendukung Natuna sebagai UNESCO Global Geopark,” tutupnya. (*/jpg)