batampos.co.id – Sejumlah pasien Covid-19 di Singapura yang membutuhkan rawat inap harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan antrean tempat tidur. Dan sebagian besar yang datang membutuhkan tempat tidur unit gawat darurat (IGD). Satu pasien harus menunggu belasan jam.

“Situasi di rumah sakit umum tetap sibuk dalam seminggu terakhir dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” kata Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura.

IGD kewalahan karena jumlah kasus Covid-19 yang lebih tinggi. Sejumlah tempat tidur dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pasien Covid-19.

“Sementara rumah sakit telah mengurangi operasi dan penerimaan yang tidak mendesak, pemanfaatan kapasitas rumah sakit secara keseluruhan semakin ketat,” kata Kemenkes Singapura.

Menurut data terbaru yang tersedia dari situs web Kemenkes Singapura, waktu tunggu rata-rata untuk masuk ke bangsal dari UGD mencapai 14,5 jam di Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong selama seminggu mulai 5 September. Direktur layanan medis Singapura, Associate Professor Kenneth Mak, mengatakan bahwa kemungkinan pasien Covid-19 yang datang itu karena panik.

“Dan banyak orang sangat cemas,” kata Prof Mak berbicara kepada Straits Times di sela-sela KTT Global Peneliti Singapura di Nanyang Technological University.

Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung mengatakan dalam sebuah posting Facebook bahwa kapasitas unit perawatan intensif (ICU) secara keseluruhan masih bertahan. Sementara layanan IGD makin tertekan.

“Rumah sakit dan petugas kesehatan kami dapat terbebani. Pada titik ini adalah tantangan terbesar dan kami melakukan yang terbaik untuk menyelesaikannya,” tambahnya.

“Inilah sebabnya mengapa orang yang lebih muda dan divaksinasi penuh didorong untuk pulih di rumah,” tulisnya.

Ong mencatat bahwa lebih dari 98 persen dari mereka yang terinfeksi dari 1 Mei hingga Kamis (16/9) pekan lalu tidak memiliki gejala atau gejala ringan, dan cenderung tetap sampai pemulihan. Rumah sakit seperti Rumah Sakit Umum Singapura dan Rumah Sakit Tan Tock Seng memposting bahwa prioritas akan diberikan kepada orang yang sakit kritis.

“Ini memungkinkan mereka yang memiliki penyakit yang lebih parah dan yang membutuhkan perawatan darurat untuk segera ditangani dan membantu menjaga kapasitas rumah sakit bagi mereka yang benar-benar membutuhkan perawatan di rumah sakit,” katanya.

Hingga Minggu (19/9), 873 pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit, dengan 118 membutuhkan suplementasi oksigen dan 21 pasien di ICU. Kemenkes Singapura juga mengumumkan bahwa fasilitas perawatan masyarakat akan dibentuk untuk pasien Covid-19 yang tanpa gejala.

Fasilitas perawatan komunitas pertama yang ditingkatkan untuk pasien Covid-19 berada di panti jompo NTUC Health di Tampines. Fasilitas tersebut akan mulai beroperasi pada Kamis (23/9) dengan 250 tempat tidur. (jpg)