batamopos.co.id – Singapura membebaskan sejumlah warga negara bebas masuk tanpa karantina. Pelancong yang telah divaksinasi lengkap boleh masuk Singapura tanpa karantina. Sebelumnya hanya dari negara Brunei dan Jerman. Kini, Singapura segera memperluas atau menambah lebih banyak negara yang warganya kemungkinan dapat memasuki Singapura tanpa harus dikarantina.

Hal ini dilakukan setelah awal yang sukses untuk Jalur Perjalanan yang Divaksinasi (VTL), dengan hanya 1 kasus Covid-19 yang terdeteksi pada saat kedatangan di antara sekitar 900 pelancong. Skrining pelancong disebut berhasil.

Menteri Perhubungan Singapura S. Iswaran mengatakan Singapura secara aktif memperluas skema VTL tersebut. Skema ini dimulai pada 8 September 2021, dan terbuka untuk Brunei dan Jerman sebagai permulaan.

Wisatawan di bawah skema ini akan melakukan hingga 4 tes reaksi rantai polimerase (PCR) Covid-19 sebagai pengganti karantina. Iswaran mengatakan hasil dalam dua minggu pertama telah menjanjikan. Lebih dari 900 pelancong VTL telah memasuki Singapura, dan semuanya telah sepenuhnya mematuhi pengujian wajib.

“Beberapa negara dan wilayah telah menyatakan minatnya untuk membuka VTL dengan Singapura,” tambahnya.

Dia mengatakan VTL merupakan langkah penting bagi semua orang yang terlibat untuk memahami dan beradaptasi dengan persyaratan pembukaan kembali dengan aman. Iswaran menambahkan bahwa satu-satunya kasus Covid-19 yang terdeteksi di antara pelancong VTL sejauh ini diidentifikasi dalam tes yang dilakukan pelancong pada saat kedatangan. “Kasus ini diisolasi dan dikarantina,” kata Iswaran.

Bandara Changi Sepi

Sebanyak 2.500 orang telah mendaftar untuk masuk ke Singapura melalui VTL sejauh ini. Iswaran mengatakan industri penerbangan masih tetap jauh dari harapan.

Dia mencatat bahwa Bandara Changi beroperasi hanya 3 persen dari tingkat sebelum pandemi Covid-19. Sementara, Singapore Airlines (SIA) hanya mengangkut 4 persen dari lalu lintas biasanya. Dia menegaskan bahwa hub udara dan konektivitas sangat penting bagi perekonomian Singapura dan reputasinya sebagai hub internasional terpercaya.

“Mungkin perlu waktu agar perjalanan udara global menjadi normal,” kata Iswaran. “Tapi, kami akan melakukan yang terbaik untuk memastikan Changi dan SIA melambung lagi,” tambahnya.

Terkait negara mana yang mungkin dibuka Singapura di bawah VTL, Iswaran mengatakan itu akan didasarkan pada pertimbangan kesehatan masyarakat serta penilaian operasional. Faktor kesehatan masyarakat termasuk tingkat kasus Covid-19, tingkat vaksinasi dan pengujian yang berlaku di negara tersebut.

Ketika ditanya tentang kemungkinan pelonggaran langkah-langkah perbatasan dengan Malaysia, Iswaran mengatakan diskusi dengan Malaysia sedang berlangsung. Namun, pihaknya belum berkomitmen secara spesifik.

“Saya pikir ketika kedua belah pihak sudah siap, kami akan siap untuk berkomentar tentang bagaimana kami ingin membangun kembali konektivitas,” pungkasnya.(jpg)