batampos.co.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan investasi masih tetap mengalir ke sektor pariwisata. Sejumlah investor dari luar negeri masih tertarik untuk menempatkan dana di Indonesia meskipun sektor pariwisata belum pulih dari dampak pandemi Covid-19.

Sandiaga memaparkan, pada triwulan pertama 2021, sektor pariwisata mendapatkan investasi mencapai USD 500 juta. Tepatnya yakni sebesar USD 483,85 juta atau setara Rp 6,9 triliun. Dana tersebut terdiri dari penanaman modal asing dan modal dalam negeri.

“Believed or not, dalam keadaan seperti ini orang masih invest bangun hotel. Ini membuat saya sangat cukup confidence bahwa kita menerapkan strategi yang tepat dalam penanganan Covid-19,” kata Sandiaga saat penandatanganan kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, (20/9).

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu juga mengatakan, mengalirnya investasi ke dalam negeri khususnya di sektor pariwisata ini, seiring dengan diangkatnya Presiden Jokowi sebagai Leaders of World Tourism. Bahkan, sejumlah negara maju masuk dalam daftar investor di sektor pariwisata. Mereka tertarik untuk membangun hotel, restoran, hingga akomodasi jangka pendek lainnya.

“Ini patut kita syukuri dan negara asal investasi Singapura, Korea Selatan, dan Belanda. Jenis usahanya untuk PMA hotel berbintang, restoran, penyediaan makanan keliling, dan akomodasi jangka pendek lainnya,” ujar Sandiaga.

Adapun tiga daerah yang menjadi tujuan investasi tersebut yakni DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, serta Bali. Atas dasar itu, setelah terbentuknya kerja sama dengan Kadin, Sandi meminta para pelaku usaha agar bersiap-siap dalam membantu merealisasikan investasi tersebut.

“Jadi buat teman-teman Kadin, siap-siap akan ada arus pantul yang sangat kencang dari wisata yang selama ini belum berjalan,” kata Mas Menteri.(jpg)