batampos.co.id – Sejumlah masyarakat mengeluhkan aturan masuk Kepri khususnya Batam melalui transportasi udara atau pesawat harus mengikuti tes swab PCR minimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Aturan ini tentunya menjadi halangan bagi warga memiliki keperluan mendesak.

Seperti yang dialami Tika, warga Batam yang saat ini berada di kampung halamannya di Sumatera Barat setelah orangtuanya meninggal dunia.

Ia terpaksa membatalkan rencana ikut tes CPNS karena aturan masuk Batam yang dinilai ribet.

”Mau ikut tes hari Kamis pagi, cuma untuk ke Batam harus PCR. Namun, hasil PCR keluar dua hari, sehingga tak bisa berangkat ke Batam tepat waktu. Jadinya, saya putuskan batal untuk ikut tes CPNS,” ujar Tika, warga Nongsa tersebut seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Dijelaskan Tika, di kampung halamannya sekarang, untuk melakukan swab harus ke daerah lain yang jaraknya 2 jam perjalanan.

Kondisi ini menurutnya sangat menyulitkan karena memang harus punya waktu banyak untuk bolak-balik.

”Sementara waktu saya terbatas, karena ada banyak hal juga yang harus saya urus. Padahal saya sudah vaksin, tapi ternyata aturannya masih wajib PCR dan ini jujur menyulitkan saya,” cerita Tika.

Karena itu, ia berharap pemerintah bisa kembali meninjau aturan untuk masuk Batam. Apalagi, bagi orang yang telah divaksin.

”Apa gunanya vaksin jika aturan tetap dipersulit. Ditambah, harga PCR sangat mahal,” jelas Tika.

Hal senada dikatakan Alvionita yang juga batal berangkat ke Batam karena aturan PCR ini.

Padahal, ia ke Batam untuk menjalani serangkaian tes masuk kerja di suatu perusahaan.

”Saya dapat panggilan tadi siang (kemarin red) untuk tes besok (hari ini). Ternyata ke Batam harus PCR yang hasilnya keluar besoknya untuk dipakai lusa. Bagaimana saya bisa berangkat kalau aturannya seperti ini,” kesalnya.

Menurut dia, aturan pemerintah dengan memberlakukan PCR untuk penumpang jalur udara sangat menyulitkan.

Aturan itu dirasa tidak adil, sebab dengan moda transportasi lain hanya cukup dengan antigen.

”Kenapa dengan kapal bisa antigen, tapi pesawat harus PCR. Bedanya apa? Toh penumpang lebih lama di kapal daripada di pesawat. Ini jelas aturan sesat dan menyulitkan masyarakat,” ujarnya lagi.

Masih kata Alvionita, harga untuk swab PCR juga jauh lebih mahal dibanding antigen.

Sementara Kepala KKP Batam, Achmad Farchanny, belum bisa dikonfirmasi terkait keluhan warga tersebut.(jpg)