batampos.co.id – Hari pertama sekolah tatap muka berlangsung dengan lancar. Guru-guru menyambut siswanya dengan riang dan gembira.

Para siswa pun terlihat senang dan semringah, karena dapat bersekolah kembali dan bertemu dengan
teman-temannya.

Kepala SMPN 12 Batam, Nurmi, mengaku sangat senang melihat murid-muridnya dapat kembali bersekolah.

”Tak terkira rasanya, senang sekali. Anak-anak pun juga
begitu, orangtuanya juga. Kami berdoa semoga proses
belajar mengajar ini berjalan lancar,” kata Nurmi, Rabu (22/9/2021).

Ia mengatakan, sekolah tatap muka ini sudah diperbolehkan sejak Selasa (21/9) lalu. Namun, SMPN 12 Batam baru resmi melaksanakannya setelah para siswa mendapatkan izin dari para orangtuanya.

Nurmi mengatakan, siswa yang menjalani sekolah tatap muka, harus atas persetujuan orangtua atau walinya. Persetujuan ini ditandangani di atas materai.

”Jika tidak diizinkan orangtua, anak masih tetap bersekolah, tapi secara online. Kami tidak memaksa orangtua harus mengizinkan,” ujarnya.

Anak yang tidak menjalani sekolah tatap muka, bisa menyaksikan guru mengajar secara online.

”Bagi yang tatap muka, tidak ada PR (pekerjaan rumah),
yang online ada PR-nya. Al- hamdulillah, sebanyak 95
persen dari 1.028 siswa kami melaksanakan sekolah tatap muka hari ini,” tutur Nurmi.

Nurmi mengatakan, hampir sebagian besar siswa SMPN 12 Batam sudah divaksin. Namun, ada sebanyak 20 anak belum divaksin, karena alasan belum cukup umur dan pernah terpapar Covid-19.

Sistem sekolah, kata Nurmi, dilakukan dengan sistem sif. Dimana, untuk sif pertama dari pukul 07.30 hingga 10.20. Sif kedua dari pukul 10.30 hingga 12.40. Dalam satu sif, siswa hanya belajar sekitar 2,5 jam saja.

”Kita mengurangi jam pelajaran. Contoh pelajaran matematika yang sebelumnya dua jam, sekarang hanya satu jam saja,” ungkapnya.

Proses belajar mengajar ini sangat memperhatikan protokol kesehatan. Pembersihan dengan menggunakan disinfektan tidak hanya di ruang kelas, tapi juga hingga ke toilet.

Nurmi berharap kondisi segera membaik, sehingga tidak perlu lagi melaksanakan sistem belajar mengejar dalam dua sif.

Salah satu siswi SMPN 12 yang ditanya soal perasaanya bisa kembali sekolah tatap muka, mengaku sangat gembira.

”Alhamdulillah, saya sangat senang bisa kembali belajar
tatap muka. Bisa berinteraksi langsung dengan guru-guru dan teman-teman itu sangat menyenangkan,” ujar Nasya Thalita Salsabila, siswa Kelas 8.

Ia bersyukur pandemi Covid-19 di Batam terus melandai, sehingga pemerintah akhirnya mengizinkan proses belajar mengajar tatap muka.

Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan
yang ketat. Hal yang kurang lebih serupa juga terjadi di SMPN 3 Batam di Sekupang. Prosesbelajar tatap muka berjalan aman dan lancar.

Satu-persatu siswa masuk ke kelas dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari mencuci tangan, mengecek suhu tubuh, hingga memasuki ruangan kelas.

Kepala SMPN 3 Batam, Wiwiek Darwiyati, mengatakan,
pembelajaran tatap muka berjalan sesuai juknis yang
ditetapkan Dinas Pendidikan.

Begitu juga penerapan protokol kesehatan, mulai dari siswa masuk ke lingkungan sekolah hingga ke dalam ruang belajar berjalan sebagaimana mestinya.

”Kita prioritaskan protkes. Alhamdulilah, di hari pertama
ini terpantau lancar tanpa ada kendala,” ujar Wiwik, Rabu (22/9/2021).

Menurutnya, sebelum masuk, siswa dicek suhu tubuhnya, mencuci tangan di wastafel, memakai masker dan tempat duduknya juga diatur sesuai
protokol kesehatan.

“Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik dan tidak ada kendala,” katanya.

Di tempat terpisah, kepala SMAN 26 Batam di Botania,
Batam Kota, Midianto mengatakan bahwa sekolah tatap
muka belum dilaksanakan.

Sebab, hingga kini, Midianto mengaku belum mendapat
petunjuk terkait teknis pelaksanaanya.

”Belum ada, tapi walaupun begitu kami, sudah menyusun beberapa rencana,” ujarnya.

Ia mengatakan, apabila dilaksanakan sekolah tatap muka, maka akan diprioritaskan bagi siswa kelas XII.

Hal ini disebabkan, siswa kelas XII perlu mempersipakan diri untuk Ujian Nasional, masuk kuliah atau persiapan untuk bekerja. Midianto ingin memberikan pembelajaranbmaksimal, sehingga persiapan siswa menghadapi UN sedikit lebih matang.

”Kami berharap seluruh siswa kelas XII ini bisa menjalani sekolah tatap muka. Namun, saya masih menunggu aturan dan petunjuk teknisterlebih dahulu,” tuturnya.