batampos.co.id – Grafik penularan Covid-19 di Kota Batam sudah melandai. Namun Kota Batam masih berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Persoalannya, tracing atau pelacakan masih lemah. Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 44 Tahun 2021 meminta Satgas Covid-19 Batam bisa melakukan pelacakan sedikitnya 220 orang per hari.

Melihat kenyataan Batam masih di level 3, anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman, angkat bicara. Ia mengatakan, masyarakat sebenarnya sangat berharap status Batam turun ke level 2. Apalagi perkembangan kasus yang sudah melandai dari beberapa minggu sebelumnya.

Namun kenyataannya, Batam tertahan di level tiga. ”Terkait komitmen dan konsistensi, Batam sudah melakukan segala tahapan untuk penangan Covid-19 ini. Tapi ternyata belum penuh, masih nyangkut di-tracing. Jadi, ini yang harus diseriusi lagi,” katanya.

Ia meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk tidak lalai dengan menurunnya jumlah masyarakat yang berobat ke fasilitas kesehatan (faskes) maupun rumah sakit, sehingga tidak ada lagi tracing. Sebab, hal tersebut menjadi persoalan yang membuat Batam masih bertahan di PPKM level 3.

”Kalau melihat perkembangan Covid-19 saat ini, memang sangat jauh menurunnya dan Pemko Batam sebenarnya komitmen dan konsisten melaksanakan beberapa tahapan dan anjuran dari pemerintah pusat dalam penanganan Covid 19. Mestinya Batam sudah turun ke level dua, tapi itu tadi, ada yang luput, ya tracing tadi sehingga pusat meragukan,” ujar Aman, lagi.

Untuk itu, masih bertahannya Batam di level 3 sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2021, harus bisa menjadi pelajaran kepada Pemko Batam agar serius dalam menjalankan anjuran pemerintah pusat dalam penanganan Covid-19.

”Jangan sampai mereka meragukan lagi data yang ada karena minimnya tracing,” tegasnya.

Sementara itu, merujuk Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2021, Kota Batam harus bisa melakukan tracing paling sedikit 220 orang setiap harinya. (jpg)