batampos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memaksimalkan pelayanan secara online di masa pandemi Covid-19. Setiap peserta JKN-KIS bisa mendapatkan sejumlah pelayanan di Aplikasi Mobile JKN, sehingga tak perlu lagi datang ke kantor.

Seperti, proses perpindahan faskes pertama para peserta, bisa dilakukan melalui aplikasi tersebut. Hanya saja, faskes yang jadi lokasi pindah itu, baru bisa digunakan di awal bulan berikutnya.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Batam, Yusrianto, mengatakan, sejumlah pelayanan kesehatan dari BPJS Kesehatan saat ini dengan mudah bisa dilakukan sendiri secara online. Peserta tak perlu lagi datang dan antre di Kantor BPJS Kesehatan.

”Untuk pindah faskes, bisa dilakukan online, melalui JKN atau Pandawa. Tak perlu lagi ke kantor,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, perpindahan faskes dari A ke B langsung bisa diproses. Namun, untuk pelayanan di faskes yang baru pindah, berlaku mulai awal bulan berikutnya atau per tanggal 1.

Dicontohkan, peserta melakukan proses perpindahan faskes dari A ke B di tanggal 14, maka pelayanan kesehatan di faskes B baru aktif di tanggal 1 bulan berikutnya. Sedangkan layanan dari tanggal 15 hingga akhir bulan, masih bisa dilakukan di faskes lama.

”Kenapa baru di awal bulan aktif, karena proses kerja sama kami dengan faskes per awal bulan. Jadi, setiap yang pindah, baru bisa aktif di awal bulan,” terangnya.

Menurut dia, proses perpindahan faskes bisa dilakukan setiap tiga bulan sekali. Tentunya, dengan alasan tepat yang diajukan oleh peserta. Begitu juga dengan perpindahan kelas dari kelas 1 ke 2 atau 3, aktifnya pada bulan berikutnya.

”Untuk pindah kelas bisa juga online. Khusus pindah kelas, berlaku per sekali setahun,” ujarnya.

Adapun, cara pindah faskes secara online, bisa pakai Aplikasi Mobile JKN dengan mengunduh aplikasi JKN di PlayStore (Android) atau AppStore (iPhone).

Setelah masuk, pilih menu Pendaftaran Pengguna Mobile, masukkan nomor kartu JKN-KIS, NIK e-KTP, isi data hingga alamat e-mail. Adapun, faskes merupakan tempat berobat yang diprioritaskan bagi peserta BPJS Kesehatan sesuai dengan pilihan saat mendaftar program tersebut.

Tak hanya itu, Yusrianto juga menjelaskan bahwa masa aktif penunggak iuran bisa langsung aktif setelah adanya pembayaran. Namun, masa aktif itu hanya berlaku untuk pelayanan di faskes pertama. Sedangkan di rumah sakit, ada denda jika pelayanan langsung digunakan.

”Untuk pelayanan di rumah sakit dikenakan denda jika tagihan iuran baru dibayarkan. Dendanya 5 persen dengan maksimal pembayaran Rp 30 juta,” tegasnya.

Namun, jika pelayanan rumah sakit digunakan setelah 45 hari pelunasaan, maka peserta tak dibebankan denda apapun, alias ditanggung keseluruhan oleh BPJS. ”Ini khusus untuk pelayanan rawat inap di rumah sakit. Kalau rawat jalan hampir sama dengan faskes 1,” ungkap Yusrianto. (*/jpg)