batampos.co.id – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan sampai saat ini belum ada kepastian kapan Arab Saudi membuka pintu kedatangan jamaah umrah dari Indonesia. Meskipun begitu Zainut mengatakan sudah ada 18 ribu lebih calon jamaah umrah yang siap diberangkatkan.

Zainut berharap para calon jamaah umrah itu bersabar dan menunggu informasi resmi dari pemerintah Indonesia. Dia berpesan jangan sampai menjadi korban informasi palsu atau hoax. ’’Sebanyak 18.752 jamaah sudah siap berangkat umrah. Mereka sudah ada tiketnya,’’ katanya di seminar umrah bertajuk Ibadah Umrah Dibuka, Sudah Siapkah Kita yang digelar Jagat Bisnis pada Rabu (22/9).

Politisi PPP itu menegaskan sampai saat ini pemerintah Indonesia belum menerima informasi resmi dari Saudi kapan bisa kembali mengirim jamaah umrah. Namun dia memastikan pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi, konsolidasi, dan lobi-lobi kepada pemerintah saudi.

Dia mengakui ada sejumlah ketentuan umrah yang memberatkan. Diantaranya adalah kewajiban transit selama 14 hari di negara ketiga. ’’Tentu ini sangat memberatkan dari sisi biaya dan penggunaan waktu,’’ katanya. Untuk itu pemerintah Indonesia tetap berpenderian bahwa pemberangkatan umrah yang efektif dan aman adalah direct flight atau penerbangan langsung tanpa transit.

Dalam kesempatan itu Zainut juga menyinggung soal barcode sertifikat vaksin Covid-19 Indonesia yang belum terbaca sistem imigrasi Arab Saudi. Dia menjelaskan saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia sedang melakukan sinkronisasi barcode atau QR Code dengan sistem di Arab Saudi.

Dia berharap dalam waktu dekat QR Code atau barcode vaksin Covid-19 Indonesia sudah bisa terbaca oleh sistem di Arab Saudi. Selain itu Zainut mengatakan Kemenkes Indonesia juga terus berkomunikasi dengan pemerintah Saudi supaya ada satu persepsi tentang penanganan Covid-19.

Belum terbacanya QR Code vaksin Covid-19 dari Indonesia oleh negara lain diakui oleh Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. ’’Kita sedang berproses pada platform global,’’ katanya. Harapannya barcode atau QR Code vaksin Covid-19 Indonesia bisa terbaca sistem di negara lain, termasuk Arab Saudi.

Sementara itu Ketua Umum DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M. Nur mengatakan ke depan jumlah jamaah umrah semakin banyak. Dia memperkirakan pada 2030 nanti ada 3,7 juta jamaah umrah dalam setahun dari Indonesia.

Dengan semakin banyaknya jumlah jamaah umrah itu, Firman mengusulkan pemerintah membentuk atase haji dan umrah di Arab Saudi. Sehingga bisa memberikan perlindungan yang maksimal terhadap para jamaah umrah maupun haji.(jpg)