batampos.co.id – Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Khoirizi melakukan pertemuan dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Esham Altsaqafi. Pertemuan membahas agar jamaah umrah Indonesia bisa segera mendapat kesempatan untuk diberangkatkan.

Menurutnya, penanganan Covid-19 di Indonesia terus membaik. Jamaah umrah Indonesia juga siap untuk mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.

“Kami berharap pemerintah Arab Saudi segera mencabut suspen dan memberi kesempatan kepada jemaah umrah Indonesia untuk bisa berangkat ke Tanah Suci,” ungkap dia dalam keterangannya, Jumat (24/09).

Ia menyampaikan, ada lima negara pengirim jamaah umrah terbanyak, yaitu Pakistan, Indonesia, India, Turki, dan Mesir, yang belum bisa mengirimkan jamaah umrahnya. Untuk itu, sebagai salah satu negara pengirim jamaah umrah terbesar, Indonesia diharapkan diizinkan untuk melakukan perjalanan internasional ke Arab Saudi.

“Kami berharap jemaah umrah Indonesia diprioritaskan untuk bisa segera diberangkatkan,” lanjutnya.

Adapun, Dubes Arab Saudi Esham Altsaqafi menegaskan bahwa Saudi tidak pernah melarang umat Islam Indonesia untuk melaksanakan umrah. Menurutnya, pengaturan dilakukan semata dalam rangka mengatasi pandemi, ditambah hubungan Arab Saudi dan Indonesia juga sangat baik.

Esham pun mengaku baru saja melaporkan kepada otoritas Arab Saudi bahwa kasus Covid-19 di Indonesia sudah mulai melandai. Informasi ini dia sampaikan agar menjadi pertimbangan bagi pemerintah Arab Saudi

“Meski penyelenggaraan umrah sudah dibuka sejak Muharam 1443H untuk beberapa negara, namun peminatnya masih sepi, hanya sekitar 1000 – 1500 orang. Dia mengatakan hal ini disebabkan prosedur penyelenggaraan umrah yang sangat ketat, demi mencegah penyebaran pandemi,” tutupnya.(jpg)