batampos.co.id – Pemko Batam menyususn Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) yang akan dijadikan panduan dalam mengintegrasikan kebijakan sasaran dan program kependudukan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, mengatakan,  RPJMD Kota Batam memuat arah pembangunan yang mengakomodir seluruh visi misi kepala daerah, salah satunya tentang kependudukan.

“Kalau sudah ada GDPK ini, maka perencanaan dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Ia berpesan bagi OPD yang menangani itu akan memahami bagaimana pertumbuhan penduduk di Batam yang cepat sehingga kebijakan pemerintah bisa efektif.

“Sekarang kurang lebih 1,2 juta jiwa jumlah penduduk Kota Batam. Kalau tidak dirancang dengan baik, maka akan menjadi persoalan,” katanya.

Ia mengatakan, banyam faktor tingginya jumlah penduduk di Batam mulai dari jumlah pendatang tinggi dan juga angka kelahiran yang meningkat.

Ia menjelaskan, dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi GDPK,harus dilakukan dengan kolaborasi serta degitaliasi dan komitmen yang tinggi dengan seluruh pemangku kepentingan (Stakeholder).

“Semoga GDPK ini cepat disusun dan segera disajikan ke kepala daerah sebagai landasan menentukan kebijakan di Batam ke depan,” katanya.

GDPK merupakan suatu rumusan perencanaan pembangunan kependudukan untuk jangka waktu 25 tahun ke depan dan dijabarkan setiap 5 tahunan.

Isi GDPK berisi tentang isu penting kependudukan saat ini. Pembentukan GDPK dilaksanakan berdasarkan Perpres 153/2014 tentang Grand Design Pembangunan Kependudukan.(*/esa)