batampos.co.id – bright PLN Batam akan melakukan pemadaman bergilir pada Jumat (24/9/2021).

Pemadaman dilakukan disebabkan adanya pengurangan pasokan listrik akibat gangguan pasokan gas kepada pembangkit PT PLN Batam.

Informasi dan jadwal pemadaman dapat diakses website plnbatam.com.

Sebelumnya, bright PLN Batam menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan karena terjadi pemadaman mendadak di beberapa wilayah di Batam pada Kamis (23/9/2021).

Hal itu diakibat penurunan Pressure gas ke pembangkit listrik berbahan bakar gas PLN Batam yang mengakibatkan beberapa pembangkit gas PLN Batam mengalami penurunan daya cukup signifikan.

Pembangkit PLN Batam yang mengalami penurunan tekanan gas. Karena hal ini PLN Batam melakukan pemadaman secara bergilir di Kota Batam. Foto: PLN Batam untuk batampos.co.id

“Hal ini menyebabkan sistem kelistrikan di Batam mengalami defisit kurang lebih ± 23 MW, dan sampai dengan dikeluarkannya Release ini, informasi penyebab turunnya pressure gas tersebut belum kami terima secara resmi,” ujar Vice President of Public Relation bright PLN Batam, Bukti Panggabean.

Beberapa upaya yang dilakukan pihaknya untuk meminimalkan pemadaman yaitu, perintah siaga untuk seluruh pembangkit tetap beroperasi dalam kondisi emergency.

Serta tambahan daya excess power dari beberapa captive power. PLN Batam juga berharap agar pressure serta volume gas tidak terganggu lagi agar pembangkit gas dapat operasi maksimal sehingga tidak terjadi pemadaman listrik kembali.

”Kami mohon maaf kepada pelanggan atas kondisi gangguan ini, beberapa upaya sedang kami lakukan untuk meminimalkan pemadaman diantaranya mengoptimalkan pembangkit emergency (PLTD) kami sembari menunggu tekanan (pressure gas) normal kembali, kemudian rekan-rekan operasi intens berkomunikasi dengan TGI (Transportasi Gas Indonesia) sebagai transporter gas ” tutur Bukti.

bright PLN Batam mengimbau kepada pelanggan untuk menghemat pemakaian energi listrik dan mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir banyaknya wilayah yang terkena padam.

“Kita berharap semoga penormalan pressure gas dapat segera diatasi,” tutup Bukti.(esa)