batampos.co.id – Pandemi Covid-19 yang datang pada Maret 2020 lalu membuat aktivitas perekonomian Bali yang mayoritas berasal dari pariwisata anjlok. Namun, seiring berjalannya waktu dan program vaksinasi Covid-19 di Tanah Air, Bali perlahan-lahan bisa kembali bangkit.

Ditambah dengan program vaksinasi yang hampir 100 persen membuat Bali menjadi salah satu provinsi tertinggi penerima vaksin.

“Bali sudah menyelesaikan hampir 100 persen dosis vaksin pertama dan telah mencapai hampir 70 persen untuk dosis kedua. Diharapkan proses vaksinasi telah mencapi 100 persen pada bulan Oktober ini,” Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi dalam keterangannya, Jumat (24/9).

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Septriana Tangkary mengharapkan, hal itu dapat menjadi pionir dalam menggiatkan pariwisata Bali.

Ia menambahkan bahwa dengan sebelum pandemi, Bali sangat ramai dan gemerlap, berbanding 360 derajat di masa pandemi sekarang ini. Kata dia, dengan adanya acara I Miss You Bali, masyarakat dapat bersama-sama memulihkan kembali pariwisata Bali dan Indonesia.

Menurutnya, yang terpenting adalah penginapan dan daerah wisata telah memenuhi standar CHSE, sehingga masyarakat yang ingin mengunjungi Bali kembali dapat merasa aman, nyaman dan tentram.

“Gernas BBI (Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia) dan PADI Indonesia untuk modal usaha, diharapkan dapat mengangkat industri kecil menengah (IKM) di Bali, meningkatkan jumlah pelaku IKM yang masuk di pemasaran online, menciptakan value creation bagi pelaku IKM, serta meningkatkan permintaan produk artisan. Kegiatan ini juga dapat menjadi salah satu atraksi dalam menjual pariwisata di Bali,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa turut menjelaskan upaya meningkatkan standar pelayanan guide, perhotelan dan pelaku pariwisata akan terus dijalankan sehingga daya saing dan kualitas Bali tetap terjaga dan menciptakan trust building dengan wisatawan.

“Kombinasi antara virtual tour dan offline tour, quality experience serta e-commerce saat ini merupakan hal yang sangat penting, dan memerlukan kolaborasi, dukungan dan digitalisasi dari berbagai pihak pentahelix,” pungkasnya.(jpg)