batampos.co.id – Pandemi Covid-19 meluluhlantakkan segala sektor kehidupan. Tidak terkecuali bagi para penambang boat pancung Sekupang-Belakangpadang yang mengaku kesulitan karena sepinya penumpang selama wabah corona menyebar.

”Sejak pandemi memang sangat terasa, banyak juga yang enggak berlayar karena sepi penumpang,” ujar Salim, penambang boat pancung saat ditemui di Pelabuhan Pancung, Sekupang, Kamis (23/9/2021).

Menurutnya, pendapatan selama pandemi ini jauh berkurang dibanding kondisi sebelumnya.

Bahkan, untuk bertahan pada kondisi ini dan bisa menghidupi kebutuhan keluarga saja sudah sangat bersyukur.

”Ya, kalau enggak narik (boat pancung) mau makan apa anak istri, mau tak mau harus berusaha dan apa pun hasilnya itulah buat yang makan,” ucapnya.

Arif berharap, wabah virus corona cepat berlalu agar penambang boat pancung di Pelabuhan Sekupang-Belakangpadang bisa mendapat penghasilan seperti biasanya.

”Harapan kami tentu kondisi ekonomi bisa normal lagi,” ucapnya.

Ilustrasi boat pancung. Foto: dalil Harahap/Batam Pos

Sementara itu, Rahman, penambang boat pancung lainnya di Pelabuhan Sekupang, terlihat bersemangat menunggu giliran keberangkatan kapalnya.

Ia mengaku, tak ingin menyerah dengan kondisi seperti ini. Meski tak muda lagi, semangat Rahman tak kalah dari mereka yang masih muda. Pandemi, katanya, bukan alasan untuk tidak bekerja.

”Dibilang pendapatan cukup, ya cukup juga, disesuaikan lah sama kebutuhan,” ucapnya.

Disinggung mengenai apakah ada bantuan pemerintah, Rahman mengaku, perhatian pemerintah bagi para penambang pancung tetap ada.

Beberapa waktu lalu, dari pihak kepolisian turun memberi bantuan sembako. Termasuk juga bantuan lainnya.

”Harapan kami ya kalau ada alhamdulillah, itu sangat membantu, apalagi melihat kondisi seperti ini,” ucapnya.

Pantauan Batam Pos di lokasi, aktivitas di pelabuhan memang tidak seramai hari libur.

Sejak pagi hari, para penambang boat pancung sudah standby menunggu antrean.

”Pagi ini sudah ada 6 kapal yang berangkat. Semoga banyak penumpang,” ujar petugas loket penjualan tiket kapal, Yongki.

Kata dia, jumlah pelayaran dalam satu pekan terakhir masih belum meningkat.

”Sehari mencapai 15 kapal. Memang belum stabil dibanding hari libur bang,” ucapnya.

Menurutnya, saat hari libur atau akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu, bisa mencapai 20 hingga 35 kapal.

Weekend kemarin tembus sampai 30 kapal,” katanya.

Untuk harga tiket berlayar, penumpang membayar senilai Rp16 ribu untuk satu trip perjalanan, jumlah yang dibayarkan sudah termasuk boarding pass sebesar Rp 1.000.

Pelayaran dari Pelabuhan Pancung atau pelabuhan Rakyat Sekupang menjadi salah satu akses menuju Pulau Belakangpadang dan berbagai pulau yang ada di sekitarnya.(jpg)