batampos.co.id – Pemko Batam menekan penyebaran Covid-19
dengan mengerahkan seluruh sumber daya kesehatan untuk
meningkatkan tracing atau pelacakan kontak pasien Covid-19.

Pasalnya, tracing di Kota Batam sebelumnya dinilai masih rendah meskipun jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 menunjukkan tren penurunan.

Dengan peningkatan tracing, diharapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di Kota Batam saat ini segera turun ke level yang lebih rendah lagi.

”Sesuai surat edaran Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) untuk meningkatkan tracing menjadi 1:15, kini sudah kita laksanakan di seluruh Puskesmas di Kota Batam,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmardji, Jumat (24/9/2021).

Menurutnya, seluruh tenaga kesehatan di setiap puskemas diarahkan meningkatkan tracing menjadi 15 orang, untuk setiap satu kasus positif Covid-19.

Tracing tidak hanya bagi kontak erat, tetapi semua jenis kontak.

”Karena kalau kontak erat saja, terkadang tidak tercapai (target 15 orang),” ungkap Didi.

Selain itu, dalam tracing ini, tenaga kesehatan tiap puskesmas akan melibatkan unsur pemerintah setempat seperti camat, lurah, Babinsa serta dari Bhabinkamtibmas.

”15 orang kontak ini nantinya akan didata untuk selanjutnya di tes PCR atau rapid test antigen. Jika hasilnya positif, akan didata dan tracing juga dilakukan pada 15 orang yang memiliki kontak dengannya,” ungkap Didi.

Peningkatan tracing di masyarakat ini, lanjutnya, ditujukan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Batam.

Penguatan tracing juga sekaligus sebagai bagian dari upaya 3T, yakni tracing, testing, dan treatment (pengetesan, pelacakan, perawatan).

Kepala Puskesmas Sekupang, dr Desi Atry, mengatakan, peningkatan tracing pasien Covid-19 hingga 15 orang sudah dilakukan.

Umumnya, mereka yang di-tracing ini adalah mereka yang melakukan kontak langsung dan erat dengan pasien yang terkonfirmasi.

”Alhamdulilah kita sudah laksanakan,” ujarnya.

Menurut Desi, selanjutnya ke-15 orang yang terindikasi kontak erat dengan kasus positif akan dites melalui mekanisme tracing.

Lalu, mereka ini akan cek rapid test antigen atau tahapan testing.
Testing terhadap mereka dilakukan dua kali.

Testing pertama, entry test, jika positif langsung diusulkan untuk isolasi mandiri dan diusulkan untuk di swab PCR.

Jika negatif, disuruh karantina mandiri selama lima hari.

”Setelah lima hari kami ulang testing rapid antigen-nya yang disebut sebagai exit test. Jika negatif, maka dia dibebaskan dari karantina. Tapi jika positif, maka dilanjutkan dengan swab PCR sambil diisolasi mandiri,” ungkap dr Desi Data dari Satuan Tugas
Penanganan Covid-19 Kota Batam, Jumat (24/9/2021).

Tingkat kasus aktif Covid-19 di Kota Batam sebesar 0,245 persen
atau turun dibanding sepekan sebelumnya yakni 0,455 persen.

Tingkat kesembuhan naik di angka 96,514 persen dan kasus aktif tersisa 63 orang.

Sepanjang 24 jam terakhir, ada penambahan 3 orang positif dan 9 pasien sembuh dan tak ada yang meninggal dalam dua hari terakhir.(jpg)