batampos.co.id – Rahadi Saputra, fotografer di Batam dijatuhi pidana penjara 12 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam. Pria berusia 21 tahun ini dinilai terbukti secara sah dan menyakinkanm menyetubuhi beberapa anak di bawah umur. Bahkan, dua di antara korban yang masih belia itu akhirnya hamil.

Kasi Intel Kejari Batam, Wahyu Oktaviandi, mengatakan, vonis untuk Rahadi dibacakan pada akhir Juli lalu. Karena perkara cabul, proses persidangan pun tertutup untuk umum, kecuali saat pembacaan putusan.

”Sudah divonis majelis hakim dengan 12 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa ditahan,” kata Wahyu dilasnir dari Harian Batam Pos, Minggu (26/9).

Menurut Wahyu, vonis majelis hakim sama dengan tuntutan jaksa yang juga 12 tahun, serta denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Atas vonis tersebut, terdakwa Rahadi sempat terdiam, majelis hakim kemudian memberi waktu hingga 7 hari untuk melakukan upaya banding atau terima putusan.

”Dalam tujuh hari ternyata terdakwa tak melakukan upaya hukum, yang berarti sesuai KUHP terdakwa menerima vonis. Begitu juga dengan jaksa penuntut umum (JPU) yang menerima putusan,” terang Wahyu.

Dikatakan Wahyu, saat ini Rahadi ditahan di Lapas Barelang Batam. Proses pemindahan tahanan dari Rutan dilakukan setelah perkara tersebut inkrah atau memiliki kekuatan hukum tetap.

Dalam amar putusan, majelis hakim berpendapat bahwa perbuataan Rahadi terbukti melanggar pasal 81 ayat 2 Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2002, yakni membujuk anak untuk melakukan persetubuhan. Dimana, Rahadi yang memiliki hobi foto mengiming-imingi korban anak untuk mau difoto dan dijadikan model.

Kemudian, Rahadi mencabuli korban di sejumlah hotel di Kota Batam. Perbuataan Rahadi merusak masa depan korban dan mem- buat korban trauma. Bahkan, dua di antaranya hamil dan sudah melahirkan.

Diketahui, kasus Rahadi terungkap berawal dari adanya laporan korban yang telah dicabuli ke Polda Kepri. Modus yang digunakan Rahadi yakni mengiming-imingi korban yang masih di bawah umur untuk difoto. Setelah berhasil, Rahadi kemudian mencabuli korban. Ada sekitar 10 korbannya, namun yang berani melapor hanya 4 orang, di antaranya ada yang hamil.

Setelah dilakukan pengembangan, ternyata video dan foto korban juga ada yang disebar melalui grup media sosial WhatsApp yang rata-rata isinya anak di bawah umur. (*/jpg)