batampos.co.id – Subsidi bagi room rate hotel atau tarif kamar hotel menjadi salah satu solusi yang muncul dari diskusi virtual yang digelar oleh Ahmadi Entrepeneurship Centre (AEC) yang digelar Sabtu (25/9/2021) lalu.

Solusi tersebut merupakan salah satu yang dilakukan Thailand dalam mempertahankan sektor pariwisatanya.

Dalam diskusi daring ini, solusi tersebut diungkapkan oleh Konsul RI di Songkhla, Thailand, Fachry Sulaiman.

Direktur Eksekutif AEC, Lisya Anggraini, mengatakan, acara AEC bertajuk upaya bersama membangkitkan pariwisata di Kepri, mengingat selama pandemi sektor ini sangat terpuruk.

Karena itu, pihaknya mengundang berbagai narasumber kompeten di sektor pariwisata, termasuk dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam, ASITA Kepri, perwakilan resort di Bintan, Pemprov Kepri, Pemkab Lingga, Pemkab Natuna dan Pemko Tanjungpinang.

“Saat pandemi ini, sektor pariwisata benar-benar terpuruk. Bukan hanya hotel dan travel, tapi juga UMKM pariwisata, seperti oleh-oleh, suvenir dan lain-lain,” kata Lisya, Minggu (26/9/2021).

AEC yang bergerak di bidang pengembangan UMKM menyadari bahwa banyak UMKM binaannya benar-benar terdampak pandemi.

“Makanya kami berupaya mendorong bagaimana UMKM bisa beradaptasi di era new normal ini. Apalagi sekarang, angka Covid-19 sudah melandai. Jadi, ada peluang bagaimana pariwisata bangkit dengan menggunakan potensi lokal,” jelasnya.

Lisya lebih lanjut menjelaskan bahwa turis mancanegara belum bisa bepergian ke Indonesia, sehingga potensi turis yang bisa digarap berasal dari lokal.

“Solusi tersebut dipakai Thailand untuk mendorong pariwisatanya, mereka fokus ke turis domestik,” jelasnya.

Selanjutnya, seperti yang diungkapkan Fachry, Pemerintah Thailand mengeluarkan subsidi ke bisnis pariwisata. Bentuknya, yakni subsidi room rate hotel.

“Ketika orang mau menginap di hotel, maka dapat diskon 50 persen, dimana karena 50 persen yang lain sudah disubsidi oleh pemerintah. Makan di restoran juga seperti itu,” ujarnya.

Dengan cara seperti itu, Thailand mampu mempertahankan sektor pariwisatanya.

Solusi tersebut menjadi ilmu berharga, karena November nanti Bintan terpilih sebagai kawasan yang pertama menerima tamu dari luar negeri, meski itu hanya Singapura saja.(jpg)