batampos.co.id – Kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya Batam, semakin berkurang. Hal ini bisa dilihat dari positivity rate Covid-19 sudah menunjukkan pengurangan signifikan. Demi mencegah adanya kasus impor dari luar negeri, Batam menerapkan sistem sirkuit tertutup.

Kepala Karantina Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, dr Achmad Farchanny, MKM, menjelaskan, sistem ini menganggap semua orang datang dari luar negeri memiliki risiko terpapar Covid-19. Sehingga orang yang dari luar negeri, baik Warga Negara Asing (WNA), Warga Negara Indonesia (WNI), Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun non-PMI, harus menjalani beberapa prosedur ketat.

”Kami upayakan mereka tidak kontak dengan masyarakat atau warga di Batam,” kata Farchanny, Minggu (26/9).

Walaupun sudah mengantongi dokumen negatif Covid-19 melalui pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR), Farchanny mengatakan, para WNA dan WNI dari luar negeri wajib menjalani tes PCR ulang.

Bagi yang datang dari negara memiliki eskalasi kasus tinggi, maka usai menjalani tes PCR akan menjalani karantina selama 14 hari. Sedangkan yang datang dari negara dengan eskalasi kasus Covid-19 rendah, maka akan menjalani karantina selama 8 hari. ”Jadi, mau hasil PCR-nya keluar negatif, tetap wajib menjalani karantina,” ungkap Farchanny.

Bagi WNA, proses PCR dan karantina dilaksanakan secara mandiri. Namun, tes PCR wajib dilaksanakan di laboratorium yang masuk dalam database Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, bagi WNI non-PMI dan mampu, harus menjalani karantina secara mandiri di hotel-hotel yang telah ditunjuk Satgasus Covid-19. Sedangkan bagi PMI, uji swab-nya ditanggung oleh negara.

Karantina juga dilaksanakan di tempat-tempat yang disediakan pemerintah. ”Kami mencegah importasi kasus Covid-19 varian baru seperti MU dan Lamda. Dan juga importasi kasus varian Delta. Negatif jalani karantina, positif langsung diisolasi di RSKI Galang,” ungkap Farchanny.

Batam dan Tanjungpinang termasuk entry point untuk kedatangan para WNA, PMI, dan WNI. Hal ini tercantum dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021. ”Kedatangan Pak Menhub beberapa waktu lalu untuk mengecek hal ini,” jelasnya. (*/jpg)