batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, membenarkan jumlah pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan terus menurun. Sehingga, menurutnya, Batam layak masuk level 1.

”Sebenarnya kita ini sudah level satu. Tapi yang menentukan pusat, jadi kalau kasus ini bisa terus ditekan, dan angka yang dirawat tidak melebihi 31 orang, maka harusnya Batam ditetapkan level 1,” ujarnya saat menghadiri acara di Tanjungriau, Minggu (26/9).

Ia menyebutkan, meskipun PPKM Batam layak turun ke level 1, harus tetap waspada akan gelombang ketiga Covid-19 dan varian barunya.

Apalagi, Batam berdekatan dengan Singapura dan sekaligus menjadi pintu masuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), Warga Negara Asing (WNA), dan Warga Negara Indonesia (WNI), sehingga potensi ancaman gelombang ketiga menyerang masih tinggi.

Namun, ia berharap, ancaman itu bisa dikendalikan dan tidak seperti gelombang kedua dan pertama. ”Jangan sampai seperti sebelumnya, ada lima ribu orang dirawat dan harus menjalani karantina mandiri akibat virus ini. Kalau pun nanti masuk, saya berharap masyarakat Batam bisa membantu pemerintah agar penyebaran tidak meluas,” imbuhnya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak melepas masker, hindari kerumunan dan pastikan menjaga jarak. Ancaman gelombang ketiga bisa saja terjadi di Batam. Untuk itu, untuk mengendalikannya perlu peran semua orang.

”Virus ini tidak akan bisa dihentikan polisi, tentara, dan tim Satgas Covid-19 karena tak kasat mata. Untuk itu, saya minta jangan lupa pakai masker, dan patuhi imbauan pemerintah,” tegasnya.

Akibat Covid-19, banyak persoalan yang muncul. Pertama, angka pengangguran meningkat, akibat banyak yang kehilangan pekerjaan. Kedua, pemerintah kalang kabut karena uang tidak ada, sedangkan permasalahan banyak yang harus dituntaskan. Ketiga, tidak hanya soal kesehatan, melainkan juga upaya dalam pemulihan ekonomi.

”Untuk itu, saya berharap tanggal 4 mendatang, Batam bisa level satu. Agar semakin banyak kelonggaran yang diberikan, dan aktivitas masyarakat berangsur perlahan seperti dulu. Meskipun begitu saya minta protkes tidak boleh kendor,” bebernya.

Rudi berharap tahun depan pemulihan ekonomi sudah bisa terjadi. Dengan semakin melandainya angka kasus, tentu akan memberikan dampak terhadap kebijakan di Batam. Ke depan tentu pemerintah harus memikirkan kebutuhan masyarakat saat masa pemulihan. Ada kegiatan yang harus digelar, agar perekonomian membaik.

”Tahun depan kalau bisa semua beroperasi kembali, sehingga mereka yang kehilangan pekerjaan bisa kembali bekerja,” harapnya. (*/jpg)