batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, vaksin booster atau vaksin dosis ketiga gratis hanya diberikan kepada penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI-JK). Sementara itu, sisanya berbayar.

’’Apakah itu 50 atau 60 persen (vaksin booster gratis) akan terus didorong, sedangkan sisanya nanti didorong melalui vaksin berbayar,’’ terangnya dalam konferensi pers terkait hasil ratas PPKM secara daring di Jakarta kemarin, seperti dilansir Antara.

Airlangga menjelaskan, Presiden Jokowi memberikan arahan agar pembahasan vaksinasi booster bisa diselesaikan minggu depan. Vaksin booster yang ditanggung PBI atau APBN diberikan kepada 87,4 juta jiwa dengan kebutuhan 97,1 juta dosis.

Untuk anak usia 11–12 tahun, akan diberikan dosis pertama dan kedua kepada 4,4 juta jiwa dengan kebutuhan 9,9 juta dosis vaksin. ’’Dari segi harga vaksin dan yang lain akan dimatangkan kembali. Ini diperkirakan untuk 93,7 juta jiwa,’’ ujar Airlangga.

Sementara itu, Indonesia terus mengalami perbaikan indikator epidemiologis. Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan bahwa per 26 September 2021, kasus konfirmasi nasional turun 96,6 persen dari kondisi puncak pada 15 Juli 2021.

Kemudian, kasus aktif per 26 September 2021 lebih rendah daripada awal September lalu. Saat ini kasus aktif nasional telah menyentuh angka 40 ribuan. Jumlah itu juga telah mengalami penurunan sebanyak 92,6 persen dari puncaknya pada 24 Juli 2021.

’’Kita tidak boleh berpuas diri, tapi justru bertambah hati-hati. Teman-teman Polri dan TNI sudah bekerja dengan luar biasa. Begitu juga dengan dinas kesehatan, saya kira mereka sudah bekerja bahu-membahu,” jelas Luhut kemarin.

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan akan mengizinkan kegiatan besar selama memenuhi pedoman dan protokol kesehatan. Kebijakan itu diambil untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, khususnya di sektor pariwisata.

Menteri Kominfo Johnny G. Plate mengungkapkan, pemerintah telah mempertimbangkan perlunya mewadahi aktivitas masyarakat agar tetap produktif, tapi juga aman dari Covid-19. ”Pemerintah kini dapat memberikan izin untuk mengadakan perhelatan dan pertemuan berskala besar yang melibatkan banyak orang,” katanya pada 25 September lalu.

Upaya pemulihan sektor pariwisata diharapkan menjadi mesin penggerak kegiatan ekonomi dan memberikan dampak turunan positif pada sektor lain.

Kegiatan berskala besar yang dimaksud adalah kegiatan yang melibatkan partisipan atau undangan dalam jumlah besar dan dari berbagai tempat. Misalnya, konferensi, pameran dagang, acara olahraga, festival konser, pesta, maupun acara pernikahan besar.(jpg)