batampos.co.id – Kalangan pengusaha di Batam meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan relaksasi pembayaran Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) Batam. Terutama pengenaan tarif progresif yang setiap tahunnya terdapat kenaikan empat persen.

”Pengusaha berharap Kepala BP Batam memberikan relaksasi dan peninjauan pemberlakuan Perka Nomor 1 Tahun 2018 tentang Jenis Tarif dan Layanan pada Wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, khususnya Pasal 4 ayat 1 dan ayat 3,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, Senin (27/9), di Batam Center.

Pada pasal yang dimaksud Rafki, terdapat aturan adanya kenaikan UWTO sebesar 4 persen tiap tahunnya. ”Dan, bila masyarakat ingin membayar lebih cepat daripada jadwal jatuh tempo pembayaran UWTO-nya, tetap akan dikenakan tarif baru pada saat UWTO habis. Bukan tarif di saat masyarakat melunasi pembayaran UWTO-nya,” ujarnya.

Rafki juga mengungkapkan, alasan pihak pengusaha meminta relaksasi, karena kondisi yang sulit akibat pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu hingga saat ini. ”Sehingga kemampuan pelaku usaha dan masyarakat dalam membayar UWTO mengalami penurunan. Kita berharap ini menjadi pertimbangan BP Batam mengabulkan permohonan kita,” paparnya lagi.

Apindo Batam sudah berkirim surat terkait hal ini dan juga telah meminta waktu berdiskusi dengan BP Batam untuk mencari solusi terbaik. ”Kita tidak minta relaksasi seterusnya, tapi cukup dua atau tiga tahun saja selama pandemi Covid-19 masih terjadi,” tuturnya.

Relaksasi yang diberikan dampaknya juga akan mendorong masyarakat untuk melunasi tagihan UWTO lahannya lebih cepat. Apalagi jika relaksasi pengenaan tarif diberikan sekarang, maka akan banyak yang bayar saat ini.

”Ditambah dengan penundaan kenaikan tahunan UWTO 4 persen akan membuat cashflow yang diterima BP Batam akan lebih cepat dan bisa dipakai untuk mempercepat pembangunan Batam di masa pandemi ini,” ucapnya.

Relaksasi dan penundaan kenaikan ini sama seperti insentif yang diberikan kepada pemilik kendaraan bermotor. Dimana, dengan insentif yang diberikan akan membantu dunia usaha memperbaiki operasional perusahaannya, sekaligus memperbaiki cashflow-nya BP Batam. ”Jadi, mudah-mudahan permintaan kita ini dapat dikabulkan BP Batam,” harapnya. (*/jpg)